Alasan Tengku Dewi Kembali Jadi DJ: Waktu Fleksibel untuk Urus Anak

Tengku Dewi kembali menjadi disc jockey (DJ) dengan alasan utama jam kerja fleksibel. Jadwal yang tidak terikat jam kantor konvensional memungkinkan dia tetap mengurus anak sambil melanjutkan karier di dunia hiburan.

Laporan detikHOT pada 30 September 2026 mencatat tiga fakta utama: Tengku Dewi kembali menjadi DJ, alasan kembalinya adalah jam kerja fleksibel, dan fleksibilitas itu membuatnya bisa mengurus anak. Ketiga fakta ini menjadi inti dari keputusan yang ia ambil, dan saling berkaitan satu sama lain. Keputusan kembali ke dunia DJ bukan sekadar soal karier semata, melainkan juga soal bagaimana menyusun ulang prioritas hidup setelah menjadi orang tua.

Mengapa Waktu Fleksibel Menjadi Kunci

Pekerjaan DJ umumnya meliputi memilih lagu, memadukan musik, membaca suasana acara, dan tampil pada durasi tertentu. Jadwalnya bervariasi, mulai dari sesi klub, festival, acara pribadi, hingga siaran digital.

Fleksibilitas berarti jadwal manggung tidak selalu terikat jam kantor konvensional. Tengku Dewi dapat menyesuaikan waktu bekerja dengan kebutuhan keluarga. Sebaliknya, pekerjaan kantoran biasanya menuntut kehadiran tetap delapan jam atau lebih. Bagi orang tua yang harus mengantar anak, menemani belajar, atau menangani kebutuhan rumah tangga, jadwal kaku dapat menjadi hambatan.

Perbandingan dengan Pola Kerja Konvensional

Pola kerja kantoran menuntut kehadiran pada jam yang sama setiap hari, dengan sedikit ruang untuk menyesuaikan jadwal ketika ada kebutuhan mendadak di rumah. Sebuah pertemuan sekolah, anak yang sakit, atau momen penting dalam tumbuh kembang anak sering kali sulit diakomodasi dalam struktur kerja delapan jam yang kaku. Profesi DJ, sebaliknya, memberi ruang bagi pelakunya untuk menentukan kapan menerima tawaran manggung dan kapan menolaknya. Sesi di klub malam, misalnya, umumnya berlangsung pada jam malam, sehingga waktu siang tetap tersedia penuh untuk mengurus anak. Festival dan acara pribadi pun biasanya terjadwal jauh-jauh hari, sehingga memberi waktu bagi DJ untuk merencanakan pembagian waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Ragam Bentuk Pekerjaan DJ yang Mendukung Fleksibilitas

Keragaman jenis pekerjaan DJ turut memperkuat fleksibilitas yang dimaksud. Sesi di klub menuntut kehadiran fisik pada jam tertentu, tetapi festival dan acara pribadi memberi keleluasaan lebih besar dalam negosiasi waktu. Siaran digital, yang juga disebut sebagai salah satu bentuk pekerjaan DJ, bahkan dapat dilakukan tanpa kehadiran fisik di satu lokasi tertentu, sehingga lebih mudah diselaraskan dengan rutinitas mengasuh anak di rumah. Dengan kata lain, seorang DJ memiliki banyak pilihan format kerja, dan masing-masing format membawa tingkat fleksibilitas yang berbeda-beda terhadap waktu pribadi.

Prioritas Mengurus Anak

Alasan “bisa mengurus anak” menempatkan pengasuhan sebagai pertimbangan utama. Tengku Dewi memilih jalur karier yang memberinya ruang tetap hadir dalam keseharian anak. Sumber utama menyebut alasan itu secara langsung, bukan sekadar implikasi.

Tantangan Umum Orang Tua yang Berkarier di Industri Hiburan

Orang tua yang berkarier di industri hiburan umumnya menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan panggung dengan kebutuhan rumah tangga. Jam kerja yang tidak menentu, perjalanan ke lokasi acara, serta durasi tampil yang bisa berlangsung hingga larut malam menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memiliki anak. Dalam konteks ini, memilih profesi dengan jadwal yang dapat diatur sendiri — seperti DJ — menjadi strategi untuk tetap menjalankan peran sebagai orang tua tanpa harus sepenuhnya melepas karier di dunia hiburan. Keputusan semacam ini mencerminkan upaya menyeimbangkan dua kebutuhan sekaligus: tetap produktif secara profesional dan tetap hadir secara emosional bagi anak.

Mengapa Kehadiran Orang Tua Penting dalam Pengasuhan

Kehadiran orang tua dalam keseharian anak kerap dikaitkan dengan kemampuan menemani proses belajar, mengantar dan menjemput dari aktivitas harian, serta menangani kebutuhan rumah tangga secara langsung. Pekerjaan dengan jam kerja kaku sering kali membatasi ruang bagi orang tua untuk hadir dalam momen-momen tersebut. Dengan memilih profesi yang jadwalnya dapat disesuaikan, seperti yang disebutkan dalam laporan mengenai Tengku Dewi, seorang orang tua memiliki peluang lebih besar untuk tetap terlibat dalam rutinitas anak sehari-hari, alih-alih hanya hadir pada waktu-waktu tertentu saja.

Keterkaitan Fleksibilitas Kerja dan Keputusan Kembali Berkarier

Keputusan Tengku Dewi untuk kembali menjadi DJ menunjukkan bagaimana fleksibilitas jam kerja dapat menjadi faktor penentu dalam keputusan berkarier bagi orang tua. Alih-alih memilih antara berhenti bekerja sepenuhnya atau menjalani pekerjaan dengan jam kerja tetap yang berpotensi mengurangi waktu bersama anak, ia memilih jalur yang memungkinkan keduanya berjalan beriringan. Pola pikir semacam ini mencerminkan pergeseran cara pandang terhadap karier di industri hiburan, di mana fleksibilitas waktu kini menjadi salah satu pertimbangan utama, sejajar dengan pertimbangan finansial atau popularitas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Tengku Dewi memilih kembali menjadi DJ, bukan profesi lain? Berdasarkan laporan detikHOT, alasan utamanya adalah jam kerja yang fleksibel, yang memungkinkan dia tetap mengurus anak sambil berkarier di dunia hiburan.

Apakah fleksibilitas jadwal DJ berlaku untuk semua jenis acara? Fleksibilitas tersebut bervariasi tergantung jenis acara. Sesi klub, festival, acara pribadi, dan siaran digital memiliki pola jadwal yang berbeda, sehingga tingkat keleluasaan waktu juga berbeda-beda.

Apa perbedaan utama antara jadwal DJ dan pekerjaan kantoran dalam konteks pengasuhan anak? Pekerjaan kantoran umumnya menuntut kehadiran tetap delapan jam atau lebih setiap hari, sementara jadwal manggung DJ tidak selalu terikat jam kantor konvensional, sehingga lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan keluarga seperti mengantar anak, menemani belajar, atau menangani kebutuhan rumah tangga.

Apakah alasan ini disampaikan langsung oleh Tengku Dewi atau hanya dugaan media? Sumber utama menyebut alasan “bisa mengurus anak” secara langsung, bukan sekadar implikasi atau dugaan dari pihak media.

Referensi: detikHOT, 30 September 2026