NASA Menuntaskan Misi OSIRIS-REx dan Membawa Sampel Bennu

NASA menyelesaikan tujuan utama misi OSIRIS-REx setelah kapsul pengembaliannya mendarat di Bumi pada 24 September 2023 dengan membawa material asteroid Bennu. Kapsul tersebut mendarat di Utah Test and Training Range, Amerika Serikat.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian pertama NASA dalam mengambil sampel asteroid dan mengirimkannya ke Bumi untuk dianalisis secara langsung. NASA memperoleh sekitar 121,6 gram material Bennu, jumlah terbesar yang pernah dibawa ke Bumi dari sebuah asteroid.

Namun, berakhirnya fase utama OSIRIS-REx tidak berarti wahana antariksa itu berhenti beroperasi. Setelah melepaskan kapsul sampel, wahana melanjutkan perjalanan sebagai OSIRIS-APEX. Target berikutnya adalah asteroid Apophis, yang akan melintas dekat Bumi pada 2029.

Apa Itu OSIRIS-REx?

OSIRIS-REx merupakan singkatan dari Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, Security-Regolith Explorer. Misi ini dirancang untuk mengamati Bennu, memetakan permukaannya, menentukan komposisinya, mengambil sampel, dan membawa material tersebut kembali ke Bumi.

Pengamatan dari wahana antariksa dapat mengungkap bentuk, warna, mineral, suhu, dan karakteristik permukaan asteroid. Namun, analisis langsung di laboratorium Bumi memungkinkan ilmuwan menggunakan instrumen yang lebih besar dan sensitif. Sampel juga dapat disimpan untuk penelitian dengan teknologi yang belum tersedia saat ini.

Tujuan ilmiah misi ini berkaitan dengan pembentukan Tata Surya. Asteroid seperti Bennu terbentuk dari material yang tersisa setelah proses pembentukan planet. Sebagian material itu relatif tidak banyak berubah selama miliaran tahun sehingga dapat membantu ilmuwan menelusuri bahan dasar pembentuk planet, termasuk Bumi.

Mengapa NASA Memilih Bennu?

Bennu adalah asteroid dekat Bumi dengan diameter sekitar 500 meter. Asteroid kaya karbon ini diperkirakan menyimpan material purba dari masa awal Tata Surya.

NASA memilih Bennu karena orbitnya memungkinkan wahana mencapainya dengan kebutuhan energi yang masih dapat dikelola. Pengamatan dari teleskop juga menunjukkan bahwa Bennu memiliki komposisi yang penting untuk penelitian asal-usul Tata Surya. Selain itu, orbit Bennu menjadikannya objek yang relevan dalam studi risiko tumbukan.

Bennu bukan bukti bahwa kehidupan pernah ada di sana. Materialnya mungkin mengandung molekul organik dan mineral yang membantu ilmuwan memahami penyebaran bahan kimia dasar kehidupan di Tata Surya. Molekul organik dapat terbentuk melalui proses kimia tanpa melibatkan organisme.

Perjalanan Menuju Bennu

NASA meluncurkan OSIRIS-REx pada 8 September 2016 menggunakan roket Atlas V dari Cape Canaveral, Florida. Wahana tersebut mencapai Bennu pada Desember 2018 setelah menempuh perjalanan lebih dari dua tahun. Pada 2017, wahana memanfaatkan manuver gravitasi Bumi untuk menyesuaikan lintasannya.

Wahana tidak langsung mendarat setelah tiba di Bennu. Gravitasi asteroid yang sangat lemah membuat operasi orbit dan navigasi membutuhkan ketelitian tinggi. Permukaannya juga tidak rata, dipenuhi batu besar, dan memiliki medan gravitasi yang tidak seragam.

Instrumen kamera dan spektrometer memetakan bentuk, mineral, suhu, serta karakteristik permukaan Bennu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa asteroid itu lebih kasar daripada perkiraan berdasarkan pengamatan dari Bumi. Sebagian besar permukaannya dipenuhi batu besar sehingga pilihan lokasi pengambilan sampel menjadi terbatas.

NASA memilih kawasan bernama Nightingale sebagai lokasi utama. Area ini berada di dalam kawah berdiameter sekitar 140 meter dan memiliki material berbutir lebih halus daripada bagian lain Bennu. Lokasi cadangannya bernama Osprey.

Cara OSIRIS-REx Mengambil Sampel

OSIRIS-REx mengambil sampel pada 20 Oktober 2020 menggunakan perangkat bernama TAGSAM, singkatan dari Touch-and-Go Sample Acquisition Mechanism. Perangkat tersebut berada di ujung lengan robotik wahana.

Proses pengambilan sampel berlangsung sebagai berikut:

  1. Wahana menurunkan ketinggian menuju permukaan Bennu.
  2. Kepala TAGSAM menyentuh permukaan asteroid selama beberapa detik.
  3. Gas nitrogen bertekanan ditembakkan ke permukaan.
  4. Tanah dan kerikil terangkat dari lokasi sentuhan.
  5. Sebagian material masuk ke kepala pengambil sampel.
  6. Wahana segera menjauh untuk menghindari tabrakan.

Teknik ini disebut “sentuh dan pergi” karena wahana tidak mendarat secara permanen. Operasi berlangsung secara otomatis karena sinyal antara Bumi dan Bennu membutuhkan waktu untuk bergerak.

TAGSAM menekan permukaan Bennu lebih dalam daripada perkiraan. Material permukaannya ternyata sangat longgar sehingga mudah terganggu. Wahana bahkan menyebarkan lebih banyak debu dan batu kecil daripada perkiraan tim misi.

Setelah operasi, NASA memastikan bahwa kepala TAGSAM berisi material Bennu. Pengukuran tidak langsung menunjukkan bahwa jumlahnya melampaui target minimum misi sebesar 60 gram. Kapsul yang dibawa ke Bumi berisi sekitar 121,6 gram material, termasuk sampel di dalam kepala TAGSAM dan sebagian fragmen di dalam kapsul.

Kapsul Sampel Kembali ke Bumi

Pada 24 September 2023, OSIRIS-REx melepaskan kapsul ketika melintas dekat Bumi. Kapsul memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi menggunakan pelindung panas. Setelah melambat, parasut terbuka dan kapsul mendarat di Utah Test and Training Range.

Tim pemulihan NASA segera mengamankan kapsul dan membawanya ke ruang sementara untuk mencegah kontaminasi. Kapsul kemudian dikirim ke Johnson Space Center di Houston, Texas.

NASA menangani sampel dalam lingkungan terkendali untuk menjaga kemurnian material Bennu. Peneliti menggunakan alat yang meminimalkan kontaminasi dan, dalam proses tertentu, gas nitrogen untuk mencegah paparan langsung terhadap udara dan kelembapan.

Pembongkaran dilakukan secara bertahap karena setiap butir sampel memiliki nilai ilmiah. Sebagian material disimpan sebagai cadangan dan sebagian lainnya akan didistribusikan kepada peneliti yang memenuhi persyaratan, termasuk ilmuwan dari berbagai negara.

Temuan Awal dari Sampel Bennu

Mineral yang Berhubungan dengan Air

Analisis awal menunjukkan bahwa material Bennu mengandung mineral yang berhubungan dengan air. Air tersebut bukan air cair yang mengalir di permukaan, melainkan berada dalam bentuk gugus hidroksil atau terikat di dalam struktur mineral.

Temuan ini menunjukkan bahwa benda induk Bennu pernah mengalami interaksi dengan air. Ilmuwan menduga Bennu berasal dari benda langit yang lebih besar dan kaya air, kemudian pecah akibat tumbukan.

Temuan tersebut membantu penelitian tentang distribusi air di Tata Surya awal, tetapi tidak berarti Bennu memiliki lautan atau lingkungan yang mendukung kehidupan.

Karbon, Molekul Organik, dan Fosfat

Sampel Bennu mengandung karbon dalam jumlah tinggi. NASA juga melaporkan keberadaan molekul organik, mineral lempung, dan fosfat. Fosfor berperan dalam molekul biologis di Bumi, termasuk DNA, RNA, dan molekul yang terlibat dalam transfer energi sel.

Temuan ini memberikan petunjuk tentang bahan kimia yang tersedia di Tata Surya awal. Asteroid mungkin membantu menyebarkan air, karbon, dan senyawa lain ke benda langit yang sedang berkembang.

Namun, molekul organik bukan tanda kehidupan. Senyawa tersebut dapat terbentuk melalui reaksi kimia alami di ruang angkasa. Sampel Bennu belum menunjukkan bukti bahwa asteroid itu pernah dihuni organisme.

Mengapa Sampel Bennu Penting?

Sampel yang dibawa langsung ke Bumi memiliki keunggulan dibandingkan meteorit yang jatuh secara alami. Meteorit melewati atmosfer, mengalami pemanasan, dan dapat tercampur dengan lingkungan Bumi. Material Bennu dikumpulkan, disegel, dan dikendalikan sejak sebelum tiba di planet kita.

Ilmuwan dapat menggunakan instrumen laboratorium yang lebih besar dan sensitif daripada instrumen yang dapat dibawa wahana. Penelitian jangka panjang dapat membantu menjawab pertanyaan tentang:

  • bahan penyusun Tata Surya awal;
  • proses pembentukan planet;
  • distribusi air dan senyawa organik;
  • perubahan kimia pada asteroid; dan
  • hubungan antara asteroid, meteorit, dan benda langit lain.

OSIRIS-REx Berlanjut sebagai OSIRIS-APEX

Pengiriman kapsul ke Bumi menandai selesainya tujuan utama OSIRIS-REx. Namun, wahana utama masih berada di ruang angkasa. Setelah melepaskan kapsul, wahana menyalakan pendorong dan memanfaatkan lintasan dekat Bumi untuk menuju target baru.

NASA mengubah nama misi lanjutan menjadi OSIRIS-APEX, singkatan dari Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, and Security–Apophis Explorer. Wahana ini diarahkan menuju asteroid Apophis dan diperkirakan tiba pada 2029.

OSIRIS-APEX tidak membawa misi pengambilan sampel Apophis. Fokusnya adalah mengamati perubahan asteroid setelah mengalami pendekatan dekat dengan Bumi. Wahana akan mempelajari bentuk, permukaan, rotasi, serta kemungkinan perubahan material akibat pengaruh gravitasi Bumi.

Pemanfaatan kembali wahana memberi keuntungan karena NASA dapat menggunakan platform, pengalaman navigasi, dan sebagian instrumen yang telah teruji tanpa membangun seluruh misi dari awal. NASA tetap harus mengelola keterbatasan bahan bakar, usia komponen, dan kondisi instrumen.

Apophis dan Pendekatan pada 2029

Apophis diperkirakan melintas sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi pada 13 April 2029. Jarak ini lebih dekat daripada sebagian satelit geostasioner. Pendekatan tersebut tidak berarti Apophis akan menabrak Bumi. Perhitungan orbit NASA menunjukkan bahwa tidak ada risiko tumbukan selama pendekatan itu.

Apophis menarik perhatian karena ukurannya cukup besar dan dapat diamati dengan baik dari Bumi. Gravitasi Bumi mungkin memengaruhi rotasi, bentuk permukaan, atau distribusi material asteroid.

Para ilmuwan akan mencari perubahan pada:

  • kecepatan dan arah rotasi;
  • permukaan dan batu-batu lepas;
  • bentuk asteroid;
  • respons terhadap gaya pasang surut Bumi; dan
  • sifat termal serta mineral.

Pengalaman tim OSIRIS-REx dalam navigasi dekat asteroid, pemetaan medan berbatu, dan pengendalian wahana di lingkungan gravitasi rendah akan digunakan untuk mengamati Apophis.

Dampak bagi Eksplorasi Antariksa

OSIRIS-REx membuktikan bahwa wahana dapat mengambil material dari asteroid kecil dengan permukaan tidak rata dan membawanya kembali ke Bumi. Keberhasilan TAGSAM menjadi rujukan bagi misi pengambilan sampel berikutnya.

Misi ini juga menunjukkan pentingnya navigasi otomatis. Kondisi Bennu berbeda dari model awal sehingga tim harus mengandalkan peta permukaan yang rinci, kamera navigasi, dan algoritma penghindaran bahaya.

Penelitian Bennu memperkuat pemahaman tentang asteroid dekat Bumi, termasuk komposisi, bentuk, kepadatan, dan struktur internalnya. Namun, analisis sampel bukan pengganti pemantauan orbit. Risiko tumbukan ditentukan melalui pengamatan posisi, kecepatan, dan lintasan asteroid secara berulang.

Sampel Bennu akan diteliti oleh laboratorium NASA, universitas, pusat penelitian, dan lembaga antariksa selama bertahun-tahun. Sebagian material disimpan untuk penelitian masa depan ketika instrumen dan metode baru tersedia.

Kesimpulan

NASA telah menyelesaikan fase utama OSIRIS-REx setelah kapsulnya mengirim sekitar 121,6 gram material asteroid Bennu ke Bumi. Sampel tersebut mengandung karbon, mineral yang berhubungan dengan air, molekul organik, dan fosfat.

Material Bennu tidak membuktikan adanya kehidupan. Nilainya terletak pada kemampuannya membantu ilmuwan menelusuri asal-usul Tata Surya, distribusi air, dan penyebaran bahan kimia yang berperan dalam proses pembentukan kehidupan.

Wahana tersebut masih melanjutkan perjalanan sebagai OSIRIS-APEX dan akan mengamati Apophis saat asteroid itu melintas dekat Bumi pada 2029. Misi ini menghasilkan dua babak penelitian: pengambilan sampel Bennu dan pengamatan langsung terhadap Apophis.

FAQ

Apa tujuan utama OSIRIS-REx?

Misi ini bertujuan mengamati Bennu, memetakan permukaannya, mengambil sampel, dan membawa material tersebut ke Bumi untuk dianalisis.

Mengapa NASA memilih Bennu?

Bennu merupakan asteroid dekat Bumi yang kaya karbon dan diperkirakan menyimpan material purba dari masa awal Tata Surya.

Kapan kapsul OSIRIS-REx mendarat?

Kapsul mendarat pada 24 September 2023 di Utah Test and Training Range, Amerika Serikat.

Berapa banyak sampel Bennu yang dibawa ke Bumi?

NASA memperoleh sekitar 121,6 gram material Bennu.

Apakah OSIRIS-REx benar-benar berakhir?

Fase utama misi berakhir setelah kapsul dikirim ke Bumi, tetapi wahananya melanjutkan perjalanan sebagai OSIRIS-APEX.

Apakah Apophis akan menabrak Bumi pada 2029?

Tidak. Data NASA menunjukkan bahwa Apophis tidak berisiko menabrak Bumi selama pendekatan pada 2029.

Sumber: NASA, NASA, NASA, NASA, NASA