Alhamdulillah! PAM Bandarmasih Umumkan Air Kembali Tawar, Air Asin Segera Dihentikan

Krisis air payau yang melanda Kota Banjarmasin memasuki babak akhir. PT PAM Bandarmasih (Perseroda) mengumumkan bahwa kadar salinitas air baku pada titik pengambilan utama telah turun secara signifikan. Air yang diproduksi dan didistribusikan ke jaringan perpipaan warga kini kembali berstatus tawar dan memenuhi standar baku mutu air bersih. Penghentian penyaluran air berasa asin diberlakukan penuh menyusul normalisasi debit air tawar di hulu sungai.


Pasokan Air PAM Bandarmasih Kembali Normal

Pernyataan Resmi Direksi Terkait Kualitas Air Baku

Direksi PAM Bandarmasih menyatakan bahwa hasil uji laboratorium terkini terhadap parameter klorida (kadar garam) berada di bawah ambang batas maksimal regulasi kesehatan. Selama puncak intrusi air laut, kadar klorida pada titik intake sempat melampaui toleransi operasional pengolahan air bersih.

Berdasarkan pengujian berkala pada instalasi intake utama, konsentrasi klorida stabil di bawah 250 miligram per liter (mg/L). Nilai ini memenuhi batas baku mutu air minum yang dipersyaratkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Sanitasi Lingkungan dan Standar Baku Mutu Kesehatan Air. Penurunan kadar garam dipicu oleh kenaikan debit air tawar dari daerah aliran sungai di kawasan hulu Kalimantan Selatan, sehingga mampu menekan intrusi air laut di badan Sungai Martapura.

Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PAM Bandarmasih kini mengoperasikan proses penjernihan secara normal tanpa perlu mencampur pasokan dengan koagulan konsentrasi tinggi khusus salinitas.

Peta Pemulihan Distribusi Wilayah Pelayanan

Pemulihan distribusi air tawar mencakup lima kecamatan di wilayah operasional PAM Bandarmasih:

  1. Banjarmasin Barat: Meliputi Kelurahan Pelambuan, Belitung Utara, Belitung Selatan, Teluk Tiram, Telawang, Kuin Cerucuk, dan Basirih. Wilayah ujung jaringan pipa transmisi ini mengalami normalisasi tekanan setelah proses penggelontoran (flushing) jalur pipa utama selesai.
  2. Banjarmasin Selatan: Meliputi Kelurahan Kelayan Barat, Kelayan Tengah, Kelayan Timur, Kelayan Selatan, Kelayan Dalam, Mantuil, Murung Raya, dan Tanjung Pagar. Distribusi dipasok penuh kembali dari instalasi pengolahan terkait.
  3. Banjarmasin Utara: Meliputi Kelurahan Sungai Miai, Antasan Kecil Timur, Surgi Mufti, Sungai Jingah, Kuin Utara, Pangeran, Alalak Utara, Alalak Tengah, dan Alalak Selatan. Penurunan kadar garam Sungai Martapura langsung menstabilkan titik intake di kawasan ini.
  4. Banjarmasin Tengah: Meliputi Kelurahan Kertak Baru Ilir, Kertak Baru Ulu, Pasar Lama, Seberang Mesjid, Melayu, Gadang, Pekapuran Laut, Teluk Dalam, dan Antasan Besar. Jaringan pipa pusat kota telah bersih dari sisa air payau.
  5. Banjarmasin Timur: Meliputi Kelurahan Kuripan, Kebun Bunga, Pekapuran Raya, Sungai Bilu, Pemurus Luar, dan Benua Anyar. Aliran air kembali stabil dengan tekanan normal bagi seluruh pelanggan.

Penyebab dan Dampak Intrusi Air Asin

Kemarau dan Penurunan Debit Sungai Martapura

Intrusi air asin merupakan fenomena hidrologi tahunan akibat musim kemarau panjang. Penurunan curah hujan di Pegunungan Meratus dan hulu Sungai Martapura mengurangi volume limpasan air tawar secara drastis, menyebabkan debit pada intake Sungai Tabuk dan Sungai Bilu merosot tajam.

Penurunan daya dorong air tawar ke muara menyebabkan air laut dari Laut Jawa dan Muara Sungai Barito masuk ke alur Sungai Martapura saat fase pasang (high tide). Perbedaan densitas antara air laut dan air tawar memfasilitasi pergerakan air asin hingga melintasi titik-titik intake PAM Bandarmasih.

Dampak Salinitas Tinggi terhadap Operasional

Kadar klorida di atas 250 mg/L menimbulkan kendala operasional pada fasilitas IPA konvensional. Teknologi sedimentasi, koagulasi, dan filtrasi pasir cepat dirancang untuk memisahkan lumpur dan zat tersuspensi, bukan untuk desalinasi molekul garam terlarut.

Dampak yang sempat timbul meliputi:

  • Penurunan Kapasitas Produksi: Produksi diturunkan guna membatasi volume air payau masuk ke jaringan transmisi pipa.
  • Penurunan Tekanan Pipa: Berkurangnya debit pasokan menurunkan tekanan air di titik ujung pipa (dead-end) dan area berstatus elevasi tinggi.
  • Keterbatasan Penggunaan Konsumsi: Pelanggan memerlukan air alternatif seperti air galon atau pasokan tangki darurat untuk memasak dan minum.
  • Peningkatan Risiko Korosi: Konsentrasi ion klorida tinggi mempercepat korosi pada pipa besi, pemanas air, dan tandon logam rumah tangga.

Penanganan Teknis PAM Bandarmasih

Pengalihan Sumber Air Baku Cadangan

Tim teknis PAM Bandarmasih menerapkan skema interkoneksi intake air baku cadangan selama masa krisis:

+-------------------------------------------------------------+
|               SKEMA PENGALIHAN AIR BAKU                     |
+-------------------------------------------------------------+
|  [Intake Pematang Panjang / Saluran Irigasi Riam Kanan]      |
|                               |                             |
|                               v (Air Tawar Kualitas Murni)  |
|  [Pencampuran Terkendali di Booster / Instalasi Pengolahan] |
|                               ^                             |
|                               | (Kadar Salinitas Ditekan)   |
|  [Intake Sungai Tabuk / Intake Sungai Bilu]                 |
+-------------------------------------------------------------+

Langkah penanganan teknis meliputi:

  • Optimalisasi Saluran Irigasi Riam Kanan: Pasokan air tawar dialirkan dari Waduk Riam Kanan lewat saluran irigasi primer.
  • Operasionalisasi Intake Pematang Panjang: Menyuplai air tawar bebas intrusi langsung menuju IPA II Pramuka.
  • Pencampuran Terkendali (Blending): Mencampur air baku murni dengan air baku berintrusi rendah agar hasil olahan tetap memenuhi batas klorida yang aman.

Pembilasan (Flushing) Jaringan Pipa Distribusi

Setelah kualitas air baku pulih, PAM Bandarmasih melakukan pembersihan pipa transmisi:

  1. Pembukaan Katup Pembuang (Washout Valve): Petugas membuka katup di titik-titik jaringan utama untuk membuang sisa air payau dan endapan mineral.
  2. Peningkatan Tekanan Pompa Distribusi: Pompa pendorong dioperasikan dengan debit tinggi guna mempercepat pelepasan sisa air asin.
  3. Uji Sampel Lapangan: Pengujian berkala pada simpul jaringan terluar untuk memastikan konduktivitas elektrik dan klorida telah kembali normal.

Panduan Pelanggan Pascapulihnya Pasokan Air

Cara Menguras Tandon Rumah Tangga

Air pada kran rumah tangga masih berisiko terasa asin jika penampungan belum dibersihkan dari sisa air payau sebelumnya. Langkah pembersihan yang disarankan:

  • Kuras Tandon: Buka saluran pembuangan dasar (drain) hingga air lama habis terbuang.
  • Bersihkan Dinding dan Dasar Tandon: Sikat dinding bagian dalam tanpa deterjen keras untuk meluruhkan kerak garam, lumut, dan endapan lumpur.
  • Bilas Wadah: Alirkan air tawar baru dari meteran PAM untuk membilas sisa kotoran, lalu buang air bilasan.
  • Isi Ulang: Tutup saluran pembuangan dan isi tandon dengan pasokan air bersih baru.
  • Kuras Saluran Pipa Rumah (Bleeding Lines): Buka semua kran rumah selama 2 hingga 3 menit untuk membuang sisa air yang terperangkap di instalasi pipa dalam rumah.

Saluran Pengaduan Resmi

Pelanggan yang masih mendapati air keruh, berbau, atau payau dapat menghubungi kanal resmi PAM Bandarmasih:

  • Call Center: 0511-3252541 / 0511-3253670
  • WhatsApp Resmi: 0811-5190-241
  • Aplikasi Seluler: Aplikasi resmi PAM Bandarmasih (menu Pengaduan Pelanggan)
  • Media Sosial: Akun Instagram dan Facebook @pambandarmasih

Format laporan yang perlu disiapkan:

  1. Nomor Identitas Pelanggan (Nomor Meter Air).
  2. Nama Lengkap Pelanggan.
  3. Alamat Lengkap (Jalan, RT/RW, Kelurahan, Kecamatan).
  4. Rincian Masalah Kualitas Air (Rasa asin, debit kecil, air mati, atau keruh).
  5. Nomor Kontak Aktif.

Rencana Strategis Pencegahan Krisis Air Asin

Pembangunan Embung Cadangan Air Baku

Pemerintah daerah dan PAM Bandarmasih merencanakan penyediaan kolam penampungan air (embung atau long storage) berkapasitas besar:

  • Penampungan Musim Hujan: Menampung kelebihan air tawar sungai selama musim hujan.
  • Pelepasan Terkendali Saat Kemarau: Mengalirkan pasokan cadangan ke intake saat debit Sungai Martapura turun.
  • Ketahanan Air Kota: Menjamin pasokan air baku bertahan minimal 30 hingga 60 hari tanpa bergantung penuh pada pasang surut sungai.

Koordinasi Pengelolaan DAS Terpadu

Mitigasi jangka panjang melibatkan kerja sama lintas instansi:

  • Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II: Pengaturan pintu air waduk dan saluran irigasi Bendung Karang Intan untuk menjaga tinggi muka air Sungai Martapura (flushing debit).
  • Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemkot Banjarmasin: Penataan zonasi sempadan, pengerukan sedimentasi alur sungai, dan perlindungan tangkapan air Meratus.
  • Dinas Lingkungan Hidup: Pengawasan baku mutu limbah industri di sepanjang DAS Martapura.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Kapan seluruh pelanggan menerima pasokan air tawar secara merata?

Distribusi normal membutuhkan waktu 1x24 hingga 2x48 jam seiring proses flushing pipa utama, tergantung jarak lokasi pelanggan dari instalasi pengolahan serta kondisi elevasi jaringan.

Mengapa air PAM Bandarmasih sempat menjadi asin?

Kemarau panjang menurunkan debit air tawar dari hulu Sungai Martapura, sehingga terjadi intrusi air laut ke arah daratan hingga melintasi titik intake pengolahan air baku.

Apakah air yang baru mengalir aman digunakan untuk memasak dan minum?

Air aman digunakan setelah dilakukan pengurasan tandon dan pembersihan instalasi pipa rumah. Rebus air hingga mendidih sempurna sebelum diminum atau digunakan untuk memasak.

Apa yang harus dilakukan jika air di rumah masih asin sedangkan tetangga sudah tawar?

Kuras tandon penampungan dan pipa dalam rumah terlebih dahulu. Jika air dari kran induk meteran luar tetap terasa asin, hubungi Call Center PAM Bandarmasih untuk pengecekan blok pipa setempat.

Bagaimana PAM Bandarmasih menguji standar mutu air?

PAM Bandarmasih menguji sampel air secara berkala di laboratorium terakreditasi pada parameter klorida, kekeruhan (turbidity), sisa klor, dan pH sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023.