Pengangguran Turun, Mengapa Pengemudi Ojol Bertambah?
Pendahuluan
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat pengangguran Indonesia menurun. Pada saat yang sama, semakin banyak masyarakat bekerja sebagai pengemudi ojek daring, kurir, pekerja lepas, dan pekerja informal lainnya. Kedua kondisi tersebut tidak bertentangan karena angka pengangguran dan kualitas pekerjaan mengukur hal yang berbeda.
Penurunan pengangguran tidak otomatis berarti seluruh tenaga kerja memperoleh pekerjaan formal, tetap, dan berpendapatan layak. Seseorang yang kehilangan pekerjaan lalu menjadi pengemudi ojek daring dapat tercatat sebagai pekerja, meskipun pendapatannya tidak tetap dan hubungan kerjanya berbeda dari karyawan formal.
Karena itu, data ketenagakerjaan perlu dibaca bersama indikator pendapatan, jam kerja, informalitas, perlindungan sosial, dan kepastian kerja.
Apa yang Dimaksud dengan Pengangguran Menurut BPS?
Dalam percakapan sehari-hari, orang yang tidak memiliki pekerjaan sering disebut penganggur. Namun, definisi statistik BPS lebih spesifik. Status seseorang ditentukan berdasarkan kondisi dan aktivitasnya pada periode survei ketenagakerjaan.
Orang yang tidak bekerja belum tentu masuk kategori pengangguran. Jika seseorang tidak mencari pekerjaan, sedang menempuh pendidikan, mengurus rumah tangga, atau memiliki alasan lain untuk tidak aktif di pasar kerja, ia dapat masuk kelompok di luar angkatan kerja.
Sebaliknya, seseorang yang bekerja beberapa jam atau menerima pekerjaan sementara dapat tercatat sebagai pekerja. Status tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa ia memiliki pekerjaan tetap, pendapatan stabil, atau kondisi kerja yang baik.
Secara umum, penduduk usia kerja dapat dikelompokkan menjadi:
- Penduduk bekerja, yaitu orang yang melakukan kegiatan ekonomi untuk memperoleh pendapatan, keuntungan, atau membantu usaha.
- Penduduk menganggur, yaitu orang yang tidak bekerja dan memenuhi kriteria tertentu, termasuk aktif mencari pekerjaan.
- Orang yang mempersiapkan usaha, yang dapat masuk kategori pengangguran sesuai definisi survei.
- Penduduk yang tidak bekerja dan tidak mencari pekerjaan, misalnya karena mengurus rumah tangga atau alasan lainnya.
- Penduduk di luar angkatan kerja, yaitu mereka yang tidak termasuk kelompok bekerja atau menganggur.
Dengan demikian, “tidak memiliki pekerjaan tetap” tidak sama dengan “pengangguran” dalam pengertian statistik.
Mengapa Korban PHK Tidak Otomatis Menjadi Pengangguran?
Pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak otomatis tercatat sebagai pengangguran. BPS menilai kondisi dan aktivitas seseorang ketika survei dilakukan, bukan riwayat pekerjaannya.
Setelah terkena PHK, seseorang dapat:
- Aktif mencari pekerjaan baru dan masuk kategori pengangguran.
- Langsung menjadi pengemudi ojek daring, kurir, pedagang, atau pekerja lepas sehingga tercatat sebagai pekerja.
- Tidak mencari pekerjaan karena mengurus rumah tangga, melanjutkan pendidikan, atau alasan lainnya.
- Mempersiapkan usaha mandiri.
Korban PHK yang langsung bekerja di sektor informal dapat mengurangi jumlah pengangguran secara statistik tanpa berarti memperoleh pekerjaan dengan kualitas yang sama seperti pekerjaan sebelumnya.
Pengangguran Turun, tetapi Pekerjaan Informal Bisa Meningkat
Tingkat pengangguran terbuka menunjukkan proporsi angkatan kerja yang tidak bekerja dan memenuhi kriteria pengangguran. Indikator ini penting, tetapi tidak mengukur seluruh aspek pasar kerja.
Angka tersebut tidak secara langsung menunjukkan:
- Besaran pendapatan atau gaji.
- Kepastian kerja.
- Status kepegawaian.
- Jumlah jam kerja.
- Perlindungan kesehatan dan kecelakaan kerja.
- Kepesertaan jaminan sosial.
- Kesesuaian pekerjaan dengan keterampilan.
- Stabilitas pendapatan setiap bulan.
Seseorang yang berpindah dari pekerjaan formal ke pekerjaan informal dapat membuat tingkat pengangguran turun. Namun, kondisi ekonominya belum tentu membaik. Ia mungkin tetap memperoleh pendapatan, tetapi harus menanggung biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, persaingan, dan risiko kehilangan pendapatan ketika permintaan menurun.
Karena itu, pernyataan “pengangguran Indonesia turun” perlu dipahami sebagai pernyataan statistik. Pernyataan tersebut tidak otomatis berarti pekerjaan formal bertambah atau kesejahteraan seluruh pekerja meningkat.
Mengapa Semakin Banyak Orang Menjadi Pengemudi Ojek Daring?
Alternatif Cepat Setelah PHK
Pekerjaan sebagai pengemudi ojek daring dapat menjadi pilihan transisi bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan. Seseorang tidak perlu menunggu lowongan formal atau menjalani proses perekrutan panjang untuk mulai memperoleh pemasukan.
Kelompok yang masuk ke sektor ini dapat meliputi korban PHK, pencari kerja, lulusan baru, pekerja yang membutuhkan pendapatan tambahan, pelaku usaha kecil yang mengalami penurunan omzet, dan karyawan yang ingin meninggalkan pekerjaan formal.
Sebagian orang menjadikannya pekerjaan utama, sedangkan sebagian lainnya hanya bekerja pada waktu tertentu untuk menambah pendapatan.
Modal Masuk Relatif Terjangkau
Kebutuhan umum untuk menjadi pengemudi ojek daring meliputi:
- Kendaraan yang sesuai.
- Telepon pintar.
- Akses internet.
- Dokumen yang dipersyaratkan platform.
- Biaya bahan bakar.
- Biaya perawatan kendaraan.
Proses masuknya sering dianggap lebih mudah dibandingkan pekerjaan formal yang dapat mensyaratkan pendidikan, pengalaman, seleksi administrasi, wawancara, dan masa tunggu.
Namun, kemudahan akses tidak menjamin pendapatan tinggi. Pemasukan dipengaruhi jumlah pesanan, lokasi, waktu kerja, tarif, biaya platform, promosi, insentif, dan biaya kendaraan. Karena itu, pemasukan kotor tidak dapat disamakan dengan pendapatan bersih.
Fleksibilitas Memiliki Dua Sisi
Pekerjaan berbasis aplikasi menawarkan fleksibilitas. Pengemudi dapat memilih jam kerja dan menggabungkannya dengan pekerjaan lain. Fleksibilitas ini bermanfaat bagi pekerja yang memiliki kewajiban keluarga, sedang mencari pekerjaan formal, atau membutuhkan pendapatan tambahan.
Namun, fleksibilitas juga disertai risiko:
- Jumlah pesanan tidak pasti.
- Pendapatan berubah berdasarkan waktu dan lokasi.
- Pekerja menanggung risiko kecelakaan.
- Kendaraan mengalami penyusutan dan kerusakan.
- Jam kerja dapat memanjang untuk mengejar target pendapatan.
- Penghasilan dipengaruhi kebijakan dan sistem platform.
Jika jumlah pengemudi meningkat lebih cepat daripada jumlah pesanan, persaingan dapat semakin ketat. Pengemudi mungkin harus bekerja lebih lama untuk memperoleh pemasukan yang sama.
Apakah Bertambahnya Pengemudi Ojek Daring Menunjukkan Ekonomi Memburuk?
Peningkatan jumlah pengemudi ojek daring tidak dapat langsung disimpulkan sebagai tanda ekonomi memburuk. Pekerjaan ini dapat membantu rumah tangga mempertahankan pemasukan ketika lapangan kerja formal terbatas.
Ojek daring dapat berfungsi sebagai:
- Sumber pendapatan utama.
- Pekerjaan sementara.
- Pekerjaan tambahan.
- Jembatan sebelum memperoleh pekerjaan formal.
- Alternatif ketika usaha kecil mengalami penurunan penjualan.
Di sisi lain, pertumbuhan jumlah pengemudi juga dapat menunjukkan terbatasnya pekerjaan formal yang cepat diakses. Jika banyak korban PHK masuk ke sektor yang sama, jumlah pekerja dapat bertambah tanpa diikuti peningkatan jumlah pesanan.
Risiko yang mungkin muncul meliputi pendapatan rata-rata yang menurun, persaingan yang meningkat, waktu kerja yang lebih panjang, biaya operasional yang lebih berat, serta ketergantungan pada insentif dan kebijakan platform.
Situasi ini menunjukkan perbedaan antara penyerapan tenaga kerja dan penciptaan pekerjaan layak. Seseorang memang terserap dalam pasar kerja ketika memperoleh aktivitas penghasil pendapatan, tetapi kualitas pekerjaan tetap perlu dinilai dari pendapatan, keamanan, perlindungan sosial, dan kepastian kerja.
Indikator yang Perlu Dibaca Bersama
Pembaca sebaiknya tidak hanya melihat tingkat pengangguran. Indikator lain yang relevan meliputi:
- Tingkat setengah pengangguran.
- Jumlah pekerja paruh waktu.
- Proporsi pekerja informal.
- Rata-rata upah atau pendapatan.
- Rata-rata jam kerja.
- Jumlah pekerja yang mengalami PHK.
- Pertumbuhan pekerjaan formal.
- Produktivitas tenaga kerja.
- Akses terhadap jaminan sosial.
Gabungan indikator tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap. Pengangguran dapat turun, tetapi setengah pengangguran dan pekerja informal dapat meningkat. Dalam kondisi itu, pasar kerja memang menyerap tenaga kerja, tetapi belum tentu menciptakan pekerjaan yang stabil dan produktif.
Cara Membaca Klaim “Pengangguran Turun”
Klaim bahwa pengangguran menurun valid jika merujuk pada definisi dan metode survei BPS. Namun, klaim tersebut perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas:
- Tidak semua orang yang kehilangan pekerjaan masuk kategori pengangguran.
- Pekerja informal tetap dapat dihitung sebagai pekerja.
- Status bekerja tidak otomatis menunjukkan kesejahteraan.
- Penurunan pengangguran tidak sama dengan peningkatan pekerjaan formal.
- Kualitas pekerjaan perlu dibandingkan dengan jumlah orang yang bekerja.
Tiga hal perlu dipisahkan:
- Data: angka pengangguran berdasarkan survei BPS.
- Interpretasi: penurunan angka dapat berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja atau perpindahan ke pekerjaan informal.
- Persepsi publik: bertambahnya pengemudi ojek daring dapat dipandang sebagai tanda sulitnya memperoleh pekerjaan formal.
Data menunjukkan kondisi berdasarkan definisi tertentu. Interpretasi menjelaskan kemungkinan makna di balik data, sedangkan persepsi menggambarkan pengalaman masyarakat. Ketiganya dapat muncul bersamaan.
Dampak bagi Pekerja dan Pemerintah
Bagi Pekerja
Pekerjaan ojek daring memberikan alternatif pendapatan yang cepat dan fleksibel. Namun, pekerja perlu menghitung pendapatan bersih, bukan hanya pemasukan kotor.
Perhitungan tersebut perlu memasukkan biaya bahan bakar, perawatan dan penyusutan kendaraan, paket data, perlengkapan kerja, risiko kecelakaan, serta waktu kerja. Pekerja juga perlu memperhatikan perlindungan kesehatan, kecelakaan kerja, dan jaminan sosial.
Bagi Pemerintah
Pemerintah perlu memperluas pekerjaan formal dan produktif, bukan hanya menurunkan angka pengangguran. Program pelatihan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri agar menghasilkan keterampilan yang benar-benar digunakan.
Kebijakan bagi pekerja platform perlu memperhatikan perlindungan sosial, keselamatan kerja, transparansi tarif dan insentif, mekanisme pengaduan, akses pelatihan, peningkatan keterampilan, serta perlindungan ketika terjadi kecelakaan.
Kesimpulan
Penurunan pengangguran menunjukkan bahwa lebih sedikit orang memenuhi definisi statistik sebagai penganggur pada periode survei. Namun, angka tersebut tidak otomatis berarti pekerjaan formal bertambah atau pendapatan masyarakat meningkat.
Bertambahnya pengemudi ojek daring menunjukkan bahwa sebagian tenaga kerja terserap ke pekerjaan informal atau berbasis platform. Korban PHK yang langsung menjadi pengemudi dapat tercatat sebagai pekerja, bukan pengangguran. Karena itu, penurunan pengangguran dan pertumbuhan jumlah pengemudi ojek daring dapat terjadi bersamaan.
Kesimpulan utamanya adalah:
- Pengangguran turun tidak otomatis berarti pekerjaan formal bertambah.
- Korban PHK tidak otomatis tercatat sebagai pengangguran.
- Pekerjaan ojek daring dapat menjadi solusi pendapatan, tetapi belum tentu stabil.
- Kualitas pekerjaan perlu diukur melalui pendapatan, jam kerja, perlindungan, dan kepastian.
- Tingkat pengangguran perlu dibaca bersama data informalitas, setengah pengangguran, upah, PHK, dan pekerjaan formal.
Membaca kondisi tenaga kerja secara utuh membutuhkan lebih dari satu angka. Penurunan pengangguran merupakan informasi penting, tetapi kesejahteraan pekerja baru dapat dinilai setelah kualitas pekerjaan yang tersedia ikut diperiksa.
Pertanyaan Umum
Apakah pengangguran Indonesia turun berarti semua orang sudah mendapatkan pekerjaan tetap?
Tidak. Penurunan pengangguran berarti jumlah orang yang memenuhi definisi pengangguran dalam survei menurun. Sebagian orang dapat berpindah ke pekerjaan informal, pekerjaan paruh waktu, atau pekerjaan berbasis aplikasi.
Mengapa korban PHK tidak otomatis disebut pengangguran?
BPS menentukan status berdasarkan kondisi dan aktivitas seseorang saat survei. Korban PHK yang sedang mencari pekerjaan dapat masuk kategori pengangguran, sedangkan korban PHK yang langsung menjadi pengemudi ojek daring dapat tercatat sebagai pekerja.
Apakah pengemudi ojek daring termasuk pekerja?
Ya. Pengemudi ojek daring dapat tercatat sebagai pekerja apabila memenuhi kriteria bekerja dalam survei ketenagakerjaan. Status tersebut tidak otomatis berarti memiliki hubungan kerja formal dengan perusahaan platform.
Apakah semakin banyak pengemudi ojek daring berarti ekonomi sedang buruk?
Tidak selalu. Ojek daring dapat menjadi sumber pendapatan utama, pekerjaan tambahan, atau pilihan kerja yang fleksibel. Namun, peningkatannya juga dapat menunjukkan terbatasnya pekerjaan formal atau perpindahan pekerja setelah PHK.
Apa perbedaan pengangguran dan setengah pengangguran?
Pengangguran merujuk pada orang yang tidak bekerja dan memenuhi kriteria tertentu, termasuk aktivitas mencari pekerjaan. Setengah pengangguran merujuk pada pekerja dengan jam kerja terbatas yang masih bersedia atau membutuhkan tambahan pekerjaan.
Data apa yang perlu dilihat selain tingkat pengangguran?
Pembaca perlu melihat proporsi pekerja informal, tingkat setengah pengangguran, jumlah pekerja paruh waktu, jam kerja, pendapatan, jumlah PHK, pertumbuhan pekerjaan formal, produktivitas, dan perlindungan sosial.