Waspadai DBD Saat Musim Hujan: Gejala dan Pencegahan
Musim hujan meningkatkan risiko demam berdarah dengue (DBD) karena air yang tertampung di ember, kaleng, botol, ban, talang, dan wadah terbuka dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk pembawa virus dengue Source 1. Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai DBD selama musim hujan Source 9. Namun, DBD dapat terjadi sepanjang tahun sehingga pencegahan perlu dilakukan secara rutin. Kewaspadaan terhadap DBD juga dibahas pada musim kemarau, sehingga risiko tidak berhenti ketika hujan mereda Source 7.
Mengenal DBD dan Penularannya
DBD disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini tidak menular secara langsung melalui sentuhan, berjabat tangan, berbagi makanan, atau tinggal serumah dengan penderita. Penularan terjadi ketika nyamuk menggigit orang yang terinfeksi, kemudian menggigit orang lain.
Nyamuk Aedes umumnya aktif pada pagi hingga sore hari, tetapi dapat menggigit di dalam rumah pada waktu lain. Nyamuk ini dapat berkembang biak di air yang tampak bersih, seperti air dalam bak mandi, ember, vas bunga, tatakan pot, kaleng, botol, ban, talang, mainan, dan tutup botol.
Rantai Penularan di Lingkungan Rumah
Karena penularan memerlukan perantara nyamuk, memutus rantai penularan berarti mengurangi tempat nyamuk berkembang biak dan mencegah gigitan. Melindungi penderita dari gigitan nyamuk juga membantu mencegah nyamuk lain terinfeksi dan menularkan virus kepada orang sehat. Pemeriksaan lingkungan rumah tetap diperlukan meskipun penderita sudah berobat.
Wadah Kecil yang Sering Terlewat
Genangan kecil pun dapat menjadi tempat nyamuk bertelur. Tatakan pot, lipatan terpal, talang, mainan, tutup botol, dan wadah bekas sering luput diperiksa karena airnya sedikit. Air yang tampak bersih bukan berarti bebas dari tempat perkembangbiakan nyamuk. Karena itu, pemeriksaan tidak cukup pada bak mandi dan ember besar, tetapi juga pada benda kecil yang menahan air hujan.
Mengapa Risiko Meningkat Saat Musim Hujan?
Hujan dapat meninggalkan genangan di bawah pot, lipatan terpal, talang, wadah bekas, lubang kecil, dan saluran air. Genangan kecil pun dapat menjadi tempat nyamuk bertelur. Permukiman padat, saluran tersumbat, tumpukan sampah, dan barang bekas yang menahan air juga memudahkan penularan.
Periksa lingkungan setelah hujan. Kosongkan wadah yang tidak digunakan, sikat tempat penampungan air, bersihkan talang, dan singkirkan benda yang dapat menampung air. Pencegahan perlu dilakukan bersama karena rumah yang bersih tetap berisiko jika lingkungan sekitarnya memiliki banyak sarang nyamuk.
Pemeriksaan Setelah Hujan
Setelah hujan berhenti, lakukan pemeriksaan singkat pada bagian belakang lemari, bawah pot, atap, talang, gudang, halaman, tempat penampungan air, saluran pembuangan, dan tempat sampah. Kemenkes membahas gangguan kesehatan dan penyakit yang berisiko meningkat pada musim hujan, termasuk penyakit menular Source 5. Pemeriksaan bersama tetangga membantu menemukan genangan yang tidak terlihat dari rumah sendiri.
Gejala DBD
Gejala awal DBD dapat menyerupai penyakit infeksi lain, antara lain:
- Demam tinggi yang muncul mendadak.
- Sakit kepala.
- Nyeri di belakang mata.
- Nyeri otot, sendi, atau tulang.
- Mual dan muntah.
- Lemas.
- Ruam atau bintik kemerahan pada sebagian penderita.
Bintik merah tidak selalu menandakan DBD. Diagnosis perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan melalui pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan laboratorium.
Bintik Merah Bukan Patokan Tunggal
Tidak adanya bintik merah tidak menghapus kemungkinan DBD. Gejala yang menyerupai penyakit lain membuat pemeriksaan tenaga kesehatan penting, terutama bila demam tinggi menetap atau muncul tanda bahaya. Pencatatan waktu demam mulai dan suhu tertinggi membantu tenaga kesehatan menilai kondisi pasien.
Tanda Bahaya
Segera cari pertolongan medis jika penderita mengalami:
- Nyeri perut hebat.
- Muntah terus-menerus.
- Perdarahan dari hidung atau gusi.
- Muntah darah atau buang air besar berwarna hitam.
- Lemas berat, mengantuk, gelisah, atau sulit dibangunkan.
- Napas cepat atau sesak.
- Kulit pucat, dingin, dan lembap.
- Jumlah urine berkurang.
- Tidak mampu minum.
- Kondisi memburuk ketika demam mulai turun.
Demam yang mereda tidak selalu berarti penderita membaik. Kondisi pasien dapat memburuk ketika suhu tubuh mulai turun sehingga pemantauan tetap diperlukan.
Langkah Saat Muncul Gejala
Periksakan diri jika demam tinggi berlangsung, gejala bertambah, atau kondisi memburuk. Sampaikan kepada tenaga kesehatan waktu demam mulai, suhu tertinggi, gejala penyerta, riwayat perjalanan, kemungkinan paparan DBD, obat yang dikonsumsi, serta kemampuan pasien untuk makan dan minum.
Penuhi kebutuhan cairan sesuai kemampuan dan anjuran tenaga kesehatan. Air putih, kuah, atau cairan lain dapat diberikan jika pasien mampu minum. Pasien yang terus-menerus muntah, sulit minum, atau mengalami tanda dehidrasi harus segera diperiksa.
Hindari pengobatan sembarangan. Aspirin dan obat antiinflamasi tertentu tidak boleh digunakan tanpa anjuran dokter karena dapat meningkatkan risiko perdarahan. Antibiotik tidak membunuh virus dengue dan hanya digunakan jika diresepkan untuk alasan medis tertentu.
Pemantauan Cairan dan Kondisi Pasien
Pantau kemampuan pasien minum, frekuensi muntah, jumlah urine, dan tingkat kewaspadaan. Catatan sederhana tentang asupan cairan dan kondisi pasien membantu tenaga kesehatan menilai perkembangan. Jangan menunggu demam turun untuk mencari pertolongan bila muncul nyeri perut hebat, perdarahan, sesak, atau lemas berat.
Obat yang Perlu Dihindari
Aspirin dan obat antiinflamasi tertentu dapat meningkatkan risiko perdarahan sehingga tidak boleh digunakan tanpa anjuran dokter. Antibiotik tidak membunuh virus dengue. Penggunaan obat harus mengikuti anjuran tenaga kesehatan, terutama bila pasien memiliki penyakit penyerta atau sedang mengonsumsi obat lain.
Pencegahan dengan Gerakan 3M Plus
1. Menguras Tempat Penampungan Air
Kuras dan sikat bak mandi, drum, ember, serta tempat penampungan air secara berkala. Menyingkirkan air saja tidak selalu cukup karena telur nyamuk dapat menempel di dinding wadah.
2. Menutup Wadah Berisi Air
Tutup rapat ember, drum, kendi, dan wadah lain yang berisi air. Wadah yang tidak digunakan sebaiknya disimpan dalam posisi terbalik agar tidak menampung air hujan.
3. Mendaur Ulang atau Menyingkirkan Barang Bekas
Buang atau daur ulang kaleng, botol, ban, pot, tutup botol, mainan, dan barang bekas lain yang dapat menampung air. Simpan barang yang masih digunakan di tempat terlindung dari hujan.
Langkah Plus
- Gunakan losion antinyamuk sesuai petunjuk label.
- Kenakan pakaian yang menutupi lengan dan kaki.
- Pasang kasa pada jendela dan ventilasi.
- Gunakan kelambu, terutama untuk bayi dan orang yang banyak beristirahat.
- Bersihkan talang dan saluran air secara rutin.
- Gunakan larvasida hanya sesuai petunjuk dan anjuran petugas kesehatan.
- Periksa rumah, sekolah, tempat kerja, dan fasilitas umum.
Fogging dapat mengurangi nyamuk dewasa dalam kondisi tertentu, tetapi tidak membasmi telur dan jentik. Pemberantasan sarang nyamuk tetap menjadi langkah utama.
Contoh Penerapan 3M Plus Setelah Hujan
Mulai dari tatakan pot, vas bunga, ember, dan talang. Kosongkan air, sikat dinding wadah, lalu simpan wadah dalam posisi terbalik bila tidak digunakan. Barang bekas yang tidak diperlukan segera dibuang atau didaur ulang. Untuk wadah yang masih dipakai, tutup rapat agar air hujan tidak masuk. Langkah ini melengkapi losion antinyamuk, pakaian tertutup, kasa, dan kelambu.
Mengapa Fogging Tidak Cukup
Fogging hanya membantu mengurangi nyamuk dewasa dalam kondisi tertentu. Telur dan jentik tetap dapat berkembang di wadah yang tidak dibersihkan. Karena itu, fogging tidak menggantikan pengurasan, penutupan wadah, penyingkiran barang bekas, dan perlindungan tubuh dari gigitan nyamuk.
Peran Keluarga dan Masyarakat
Lakukan pemeriksaan lingkungan secara rutin, terutama setelah hujan. Periksa bagian belakang lemari, bawah pot, atap, talang, gudang, halaman, tempat penampungan air, saluran pembuangan, dan tempat sampah.
Libatkan seluruh anggota keluarga dan lakukan kerja bakti bersama tetangga. Laporkan genangan yang sulit ditangani atau peningkatan kasus kepada puskesmas dan dinas kesehatan setempat. Bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta memerlukan perlindungan dan pemantauan lebih ketat.
Pembagian Tugas di Rumah
Bagikan pemeriksaan area kepada anggota keluarga, misalnya bagian belakang lemari, bawah pot, talang, gudang, halaman, dan tempat sampah. Pemeriksaan berkala mencegah wadah yang sama terlewat berulang kali. Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengimbau warga memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mewaspadai penyakit musim hujan Source 3. Kerja bakti bersama tetangga melengkapi pemeriksaan di dalam rumah.
Kesimpulan
DBD perlu diwaspadai selama musim hujan, tetapi masyarakat tidak perlu panik. Lakukan 3M Plus, periksa genangan setelah hujan, bersihkan wadah air, lindungi tubuh dari gigitan nyamuk, dan jaga lingkungan bersama. Kenali gejala serta tanda bahayanya. Jika demam tinggi atau keluhan memburuk, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Tanya Jawab
Apakah DBD hanya terjadi saat musim hujan?
Tidak. DBD dapat terjadi sepanjang tahun, meskipun musim hujan meningkatkan jumlah genangan yang dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Apa saja gejala awal DBD?
Gejala awal meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot atau sendi, mual, muntah, lemas, dan ruam. Pemeriksaan tenaga kesehatan tetap diperlukan karena gejala dapat menyerupai penyakit lain.
Apakah nyamuk Aedes hanya menggigit pada malam hari?
Tidak. Nyamuk Aedes lebih aktif pada pagi hingga sore hari, tetapi dapat menggigit di dalam rumah pada waktu lain. Gunakan perlindungan sepanjang hari.
Apakah fogging dapat membasmi DBD?
Fogging hanya membantu mengurangi nyamuk dewasa dalam kondisi tertentu. Telur dan jentik tetap dapat berkembang sehingga 3M Plus harus dilakukan.
Kapan pasien harus dibawa ke dokter?
Bawa pasien untuk diperiksa jika demam tinggi berlangsung atau disertai muntah, nyeri perut, perdarahan, lemas berat, sesak, sulit minum, urine berkurang, atau penurunan kesadaran. Jangan menunggu kondisi memburuk.
Apakah DBD menular melalui udara?
Tidak. DBD tidak menular melalui sentuhan, berjabat tangan, berbagi makanan, atau tinggal serumah dengan penderita. Penularan terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes yang sebelumnya menggigit orang terinfeksi.
Apakah demam yang turun berarti pasien sudah aman?
Tidak selalu. Kondisi pasien dapat memburuk ketika suhu tubuh mulai turun. Pemantauan tanda bahaya tetap diperlukan dan pertolongan medis harus segera dicari bila keluhan memburuk.