8 Momen Terbaik Lionel Messi Bersama Argentina
Perjalanan Lionel Messi bersama Argentina tidak pernah sederhana. Ada debut yang penuh tekanan, final yang berakhir menyakitkan, kritik publik, keputusan pensiun sementara, lalu kebangkitan yang menghasilkan gelar Copa América, Finalissima, dan Piala Dunia.
Dahulu, Messi dipandang sebagai pemain terbaik dunia yang belum mampu membawa Argentina meraih trofi senior. Kini, ia dikenal sebagai kapten yang mengangkat trofi terbesar dalam sepak bola internasional.
Daftar ini merupakan peringkat editorial, bukan klasifikasi resmi. Penilaian mempertimbangkan dampak sejarah, nilai emosional, kualitas penampilan, tingkat pertandingan, serta pengaruh setiap momen terhadap warisan Messi bersama Argentina.
8. Debut dan Ledakan Bakat di Panggung Internasional
Messi menjalani debut senior Argentina pada pertengahan dekade 2000-an. Debut tersebut berlangsung singkat dan penuh tekanan karena ia menerima kartu merah setelah masuk sebagai pemain pengganti. Namun, insiden itu tidak menghapus kesan bahwa Argentina memiliki talenta istimewa.
Pada fase awal karier internasional, Messi harus beradaptasi dengan pergantian pelatih, komposisi pemain, serta ekspektasi publik yang jauh lebih emosional dibandingkan sepak bola klub. Debutnya tidak menghasilkan trofi, tetapi menjadi awal perjalanan panjang yang mencakup empat Piala Dunia, berbagai Copa América, medali emas Olimpiade, dan sejumlah rekor individu.
Legenda tidak terbentuk hanya melalui kemenangan. Dalam kasus Messi, fondasinya dibangun melalui proses panjang, kegagalan, dan kemampuan untuk terus kembali.
7. Medali Emas Olimpiade Beijing 2008
Medali emas Olimpiade Beijing 2008 menjadi salah satu pencapaian internasional awal Messi bersama Argentina. Ia tampil bersama generasi muda Argentina dan menunjukkan kecepatan, kreativitas, serta kemampuan membawa bola yang kemudian menjadi ciri khasnya.
Argentina mengalahkan Nigeria pada final dan mempertahankan gelar Olimpiade yang diraih empat tahun sebelumnya. Messi memberikan kontribusi penting sepanjang turnamen, meskipun sepak bola Olimpiade menggunakan batas usia dan berbeda status dari kompetisi senior seperti Copa América atau Piala Dunia.
Gelar ini memberi Messi pengalaman memenangkan turnamen internasional, menghadapi pertandingan sistem gugur, serta tampil konsisten di bawah tekanan. Medali emas tersebut menjadi jembatan antara Messi sebagai pemain muda berbakat dan Messi sebagai pusat proyek Argentina di masa depan.
6. Penampilan Menonjol pada Piala Dunia 2014
Piala Dunia 2014 di Brasil menjadi salah satu turnamen terbaik Messi bersama Argentina sebelum ia meraih gelar juara. Argentina melaju hingga final dengan Messi sebagai pusat permainan dan sumber kreativitas utama.
Ia mencetak gol penting pada fase grup, termasuk gol penentu kemenangan melawan Iran. Messi juga mencetak dua gol saat menghadapi Nigeria dan terus menjadi ancaman melalui pergerakan, umpan terobosan, serta kemampuan melewati pemain lawan.
Pada fase gugur, kontribusinya tidak selalu terlihat melalui gol. Ia membantu Argentina mengendalikan serangan, menarik perhatian bek lawan, dan menciptakan ruang bagi rekan setim. Argentina kemudian melewati Swiss dan Belgia sebelum mengalahkan Belanda melalui adu penalti di semifinal.
Final melawan Jerman berakhir menyakitkan. Argentina memiliki beberapa peluang, tetapi gol pada babak tambahan waktu membuat mereka gagal meraih gelar. Messi menerima penghargaan pemain terbaik turnamen, pengakuan individu yang terasa pahit karena tidak disertai trofi.
5. Kekalahan Beruntun di Final Copa América
Argentina mencapai final Copa América pada 2015 dan 2016. Kedua kesempatan itu berakhir dengan kekalahan dari Chile melalui adu penalti. Bagi Messi, kegagalan tersebut terasa lebih berat karena terjadi setelah kekalahan di final Piala Dunia 2014.
Kekalahan pada 2016 menjadi titik terendah emosional. Messi gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti dan kemudian menyatakan keputusan untuk berhenti dari tim nasional.
Keputusan itu muncul setelah ia melalui beberapa final tanpa kemenangan, menghadapi perbandingan dengan pencapaiannya di Barcelona, dan menerima kritik publik Argentina. Meski demikian, Messi kemudian kembali mengenakan seragam Argentina dan memulai babak baru dalam kariernya.
Momen ini penting karena memperlihatkan sisi manusiawi Messi. Ia dapat kecewa, kehilangan keyakinan, dan ingin berhenti, tetapi juga mampu bangkit dari tekanan tersebut.
4. Hat-trick Penentu ke Piala Dunia 2018
Kembalinya Messi tidak langsung menghapus masalah Argentina. Tempat di Piala Dunia 2018 belum aman ketika Argentina menghadapi Ekuador dalam pertandingan penentuan.
Ekuador mencetak gol cepat, tetapi Messi merespons dengan penampilan luar biasa. Ia mencetak tiga gol dan membawa Argentina menang 3–1. Hasil itu memastikan Argentina lolos ke Piala Dunia.
Hat-trick tersebut memiliki makna lebih besar daripada sekadar statistik. Messi kembali dari keputusan pensiun sementara dan langsung menyelamatkan negaranya dalam situasi paling genting. Ia menunjukkan bahwa Argentina masih dapat mengandalkannya ketika peluang terakhir berada di ujung tanduk.
Pertandingan ini menjadi jembatan antara periode kegagalan dan era kebangkitan yang akhirnya membawa Messi menuju gelar terbesar.
3. Copa América 2021: Trofi Senior Pertama
Copa América 2021 menjadi titik balik terbesar sebelum Piala Dunia. Argentina mengalahkan Brasil di final dan meraih trofi senior utama pertama Messi bersama tim nasional.
Gol Ángel Di María menjadi penentu kemenangan di Stadion Maracanã. Messi tidak mencetak gol pada final, tetapi kontribusinya sepanjang turnamen sangat besar sebagai pengatur serangan, pencipta peluang, dan sumber ancaman utama.
Gelar ini mengakhiri penantian panjang setelah berbagai kegagalan di final Piala Dunia dan Copa América. Setelah peluit akhir, Messi dikerumuni rekan-rekan setimnya. Mereka tidak hanya merayakan kemenangan Argentina, tetapi juga membebaskan kaptennya dari beban yang telah ia pikul selama bertahun-tahun.
Copa América 2021 mengubah narasi tentang Messi. Perdebatan mengenai kemampuannya memenangkan trofi bersama Argentina akhirnya berakhir.
2. Finalissima 2022: Tanda Argentina Telah Berubah
Finalissima 2022 mempertemukan Argentina, juara Copa América, dengan Italia, juara Eropa. Argentina menang 3–0 di Stadion Wembley dan memperlihatkan kematangan yang semakin kuat.
Messi tidak mencetak gol, tetapi tetap berpengaruh melalui pengaturan ritme serangan, akselerasi, kemampuan membawa bola, dan penciptaan peluang. Kemenangan ini menunjukkan bahwa Argentina bukan lagi tim yang hanya bergantung pada kecemerlangan individunya.
Pertahanan yang solid, lini tengah yang agresif, serta pemain-pemain yang menjalankan tugas secara konsisten membuat Argentina tampil sebagai tim yang seimbang. Messi juga terlihat lebih nyaman sebagai pemimpin. Ia tidak harus mencetak gol dalam setiap pertandingan untuk menentukan hasil.
Jika Copa América 2021 merupakan pembebasan emosional, Finalissima adalah validasi bahwa Argentina telah berkembang menjadi tim yang siap menghadapi tantangan terbesar.
1. Final Piala Dunia 2022
Final Piala Dunia 2022 berada di posisi pertama karena merangkum seluruh perjalanan Messi bersama Argentina. Pertandingan melawan Prancis di Lusail menjadi puncak kisah yang mencakup harapan, kritik, kegagalan, keputusan untuk berhenti, dan penebusan.
Argentina tampil dominan pada babak pertama. Messi mencetak gol melalui penalti, lalu Ángel Di María menggandakan keunggulan. Prancis bangkit pada babak kedua melalui dua gol Kylian Mbappé.
Messi kembali mencetak gol pada babak tambahan waktu, tetapi Prancis menyamakan kedudukan melalui penalti Mbappé. Pertandingan berakhir 3–3 dan harus ditentukan melalui adu penalti.
Argentina akhirnya menang. Sebagai kapten, Messi mengangkat trofi Piala Dunia setelah perjalanan panjang yang selalu diikuti pertanyaan tentang kemampuannya meraih gelar bersama negara.
Final tersebut memiliki semua unsur pertandingan bersejarah: perubahan momentum, gol-gol indah, tekanan luar biasa, duel antarbintang, dan adu penalti. Messi berkontribusi pada waktu normal serta babak tambahan, lalu memimpin tim melewati momen paling menegangkan.
Kemenangan itu menyatukan pencapaian individu dan keberhasilan tim. Messi meraih trofi terbesar, Argentina kembali menjadi juara dunia, dan pendukungnya mendapatkan akhir yang selama bertahun-tahun terlihat mustahil.
Warisan Messi Bersama Argentina
Perjalanan Messi bersama Argentina menunjukkan bahwa warisan besar tidak selalu terbentuk melalui jalur yang mudah. Ia pernah menjadi pemain muda yang dibebani ekspektasi, kapten yang dikritik, finalis yang gagal, dan pemain yang sempat meninggalkan tim nasional.
Namun, ia juga menjadi juara Olimpiade, juara Copa América, pemenang Finalissima, serta juara Piala Dunia. Setiap gelar memiliki nilai berbeda. Medali emas Olimpiade menandai perkembangan awalnya, Copa América 2021 mengakhiri penantian trofi senior, Finalissima 2022 memperkuat keyakinan terhadap kualitas Argentina, dan Piala Dunia 2022 menyempurnakan warisannya.
Kekalahan juga memiliki tempat penting. Final Piala Dunia 2014 dan dua final Copa América membantu membentuk karakter Messi serta generasi Argentina di sekelilingnya. Tanpa pengalaman pahit tersebut, makna kemenangan berikutnya mungkin tidak akan sebesar itu.
Istilah “selamat tinggal” sebaiknya dipahami sebagai bingkai emosional, bukan konfirmasi bahwa Messi telah pensiun secara permanen. Status masa depannya bersama Argentina harus merujuk pada pernyataan resmi terbaru. Apa pun keputusan berikutnya, warisannya sudah aman.
Kesimpulan
Momen terbaik Messi bersama Argentina tidak hanya berisi gol atau trofi. Perjalanannya juga mencakup tekanan, air mata, keputusan untuk kembali, kepemimpinan, dukungan rekan setim, serta kebahagiaan yang akhirnya dirasakan bersama pendukung.
Final Piala Dunia 2022 layak berada di peringkat pertama karena menjadi puncak seluruh perjalanan. Dari pemain muda penuh harapan hingga kapten yang mengangkat Piala Dunia, Messi meninggalkan warisan yang sulit disamai.
Kisahnya bersama Argentina tidak pernah sederhana, tetapi justru karena itulah kisah tersebut terasa begitu berarti.
FAQ
Apa momen terbaik Lionel Messi bersama Argentina?
Kemenangan pada final Piala Dunia 2022 menjadi momen terbaik karena Messi meraih trofi terbesar sepak bola internasional setelah mengalami beberapa kegagalan di final.
Apa trofi senior pertama Messi bersama Argentina?
Trofi senior utama pertama Messi bersama Argentina adalah Copa América 2021. Argentina mengalahkan Brasil di final dan mengakhiri penantian panjang Messi.
Mengapa Piala Dunia 2014 tetap penting bagi Messi?
Piala Dunia 2014 penting karena Messi memimpin Argentina hingga final dan menjadi pusat permainan sepanjang turnamen. Argentina kalah dari Jerman, tetapi performanya memperkuat status Messi sebagai pemain elite dunia.
Mengapa Messi pernah pensiun sementara dari tim nasional?
Messi menyatakan keinginan untuk berhenti dari tim nasional setelah Argentina kalah di final Copa América 2016. Kekecewaan akibat kegagalan beruntun dan tekanan publik menjadi bagian utama dari keputusan tersebut.
Apa arti Finalissima 2022 bagi Argentina?
Finalissima 2022 memperkuat kepercayaan diri Argentina sebelum Piala Dunia. Kemenangan atas Italia menunjukkan bahwa tim tersebut telah berkembang menjadi skuad yang matang dan seimbang.
Apakah Messi benar-benar pensiun dari Argentina?
Status Messi harus merujuk pada pernyataan resmi terbaru. Pembahasan tentang berakhirnya era Messi tidak boleh dianggap sebagai konfirmasi pensiun permanen tanpa pengumuman yang sah.