Cara Mencegah Influenza dengan Menjaga Imunitas dan Menerapkan PHBS

Influenza dapat dicegah dengan kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten. Pemerintah Kota Pekalongan mengimbau masyarakat menjaga imunitas dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mengurangi risiko penularan influenza Sumber 1.

Kewaspadaan diperlukan karena 31 warga Kabupaten Bandung Barat dilaporkan positif Influenza A. Dinas Kesehatan setempat mengingatkan masyarakat untuk memperketat penerapan PHBS Sumber 5.

Di Sleman, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) disebut meningkat hingga 45 persen selama kemarau panjang. Udara kering, debu, dan kualitas udara dapat memperburuk gangguan pernapasan, meskipun kemarau tidak otomatis menjadi penyebab semua kasus influenza Sumber 7.

Mengenal influenza

Influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Gejalanya dapat berupa demam, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, dan lemas. Gejala influenza biasanya muncul lebih mendadak daripada pilek biasa.

Influenza menular melalui percikan pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dekat atau tangan yang menyentuh permukaan terkontaminasi, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut. Risiko meningkat di tempat ramai, ruang tertutup, dan ruangan dengan ventilasi buruk.

Kelompok yang perlu lebih waspada meliputi lansia, bayi dan anak kecil, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, orang dengan kekebalan tubuh lemah, serta penghuni fasilitas dengan kepadatan tinggi.

Cara menjaga imunitas

Menjaga imunitas tidak membuat tubuh kebal terhadap semua virus. Namun, kebiasaan sehat membantu tubuh menjalankan fungsi pertahanan dan pemulihan secara optimal.

Konsumsi makanan bergizi seimbang

Pilih makanan beragam yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat. Konsumsi sayur serta buah dengan berbagai warna. Batasi makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak.

Suplemen tidak menggantikan pola makan. Konsultasikan penggunaannya dengan tenaga kesehatan, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit tertentu.

Cukupi cairan dan tidur

Minum air secara teratur. Kebutuhan cairan dapat berbeda pada setiap orang, terutama penderita gangguan jantung, gangguan ginjal, atau kondisi medis lain. Tidur cukup dan teratur juga membantu pemulihan energi serta menjaga kebugaran.

Aktif bergerak dan kelola stres

Lakukan aktivitas fisik sesuai usia dan kondisi kesehatan, seperti berjalan kaki, bersepeda ringan, peregangan, atau senam. Hindari olahraga berat ketika demam, sesak, atau sangat lemas.

Kelola stres dengan beristirahat, melakukan kegiatan yang menenangkan, dan berbicara dengan orang tepercaya. Jika stres mengganggu aktivitas sehari-hari, cari bantuan profesional.

Pertimbangkan vaksinasi

Konsultasikan vaksinasi influenza dengan tenaga kesehatan, terutama jika termasuk kelompok berisiko mengalami komplikasi. Vaksinasi tetap perlu dilengkapi cuci tangan, penggunaan masker saat sakit, ventilasi yang baik, dan langkah pencegahan lainnya.

PHBS untuk mengurangi risiko penularan

Cuci tangan

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, setelah menyentuh benda di tempat umum, setelah merawat orang sakit, serta sebelum menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Gosok telapak tangan, punggung tangan, sela jari, ibu jari, ujung kuku, dan pergelangan tangan. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol sesuai petunjuk.

Terapkan etika batuk

Tutup hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin. Buang tisu setelah digunakan dan cuci tangan. Jika tisu tidak tersedia, gunakan lipatan siku bagian dalam, bukan telapak tangan.

Gunakan masker dengan tepat

Orang yang batuk, pilek, atau mengalami gejala pernapasan sebaiknya memakai masker ketika berada dekat orang lain. Masker harus menutup hidung, mulut, dan dagu. Ganti masker jika basah, kotor, rusak, atau sulit digunakan.

Masker perlu disertai ventilasi yang baik, kebersihan tangan, etika batuk, dan pengurangan kontak dekat ketika sedang sakit.

Hindari kontak dekat saat sakit

Kurangi interaksi langsung ketika demam, batuk, atau merasa tidak sehat. Hindari berbagi alat makan, gelas, botol minum, handuk, dan barang pribadi. Jika memungkinkan, gunakan ruang istirahat terpisah dan hindari masuk sekolah atau bekerja sebelum kondisi membaik.

Bersihkan permukaan dan jaga ventilasi

Bersihkan gagang pintu, meja, keran, telepon seluler, papan ketik, sakelar, pegangan tangga, mainan, dan permukaan yang sering disentuh. Jangan mencampur bahan pembersih karena dapat menghasilkan uap berbahaya.

Buka jendela atau pintu jika memungkinkan, kurangi kepadatan di ruang tertutup, dan pertimbangkan pertemuan di tempat terbuka. Ruangan yang bersih tetapi pengap tetap dapat meningkatkan risiko penularan penyakit pernapasan.

Jaga kebersihan lingkungan

Buang sampah pada tempatnya dan bersihkan rumah, ruang kelas, tempat kerja, serta area berkumpul secara teratur. Kurangi debu dan pastikan lingkungan tidak terlalu lembap.

Waspadai musim dan kualitas udara

Kemarau panjang dapat disertai udara kering, debu, panas, dan kelembapan rendah. Warga dapat mengurangi paparan debu dengan memakai masker saat berada di luar ruangan, menutup makanan, membersihkan rumah secara rutin, dan memantau kualitas udara jika tersedia.

Kemarau tidak membuktikan bahwa semua gangguan pernapasan disebabkan oleh influenza. Virus lain, bakteri, alergi, polusi, dan iritasi juga dapat menimbulkan gejala serupa.

Pahami istilah “super flu” secara bijak

Istilah “super flu” muncul dalam sejumlah pemberitaan. Salah satu laporan menyebut kasus dengan istilah tersebut banyak ditemukan di Jawa Timur berdasarkan keterangan yang dikaitkan dengan Kementerian Kesehatan Sumber 3.

Namun, istilah tersebut bukan diagnosis medis. Materi pemberitaan yang dirujuk tidak menjelaskan definisi medis, jenis virus, periode pengamatan, jumlah kasus, atau tingkat keparahan. Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi dari Kementerian Kesehatan, dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan tenaga medis.

Antibiotik tidak digunakan untuk mengobati influenza karena influenza disebabkan virus. Penggunaannya harus berdasarkan pemeriksaan dan anjuran tenaga kesehatan.

Gejala dan perawatan awal

Gejala influenza dapat meliputi demam atau meriang, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, sakit kepala, nyeri otot, lemas, menggigil, mual, muntah, atau diare.

Jika gejala ringan, lakukan langkah berikut:

  1. Beristirahat cukup.
  2. Minum cairan secara teratur.
  3. Menggunakan obat sesuai label atau arahan tenaga kesehatan.
  4. Memakai masker ketika dekat dengan anggota keluarga.
  5. Menjaga ventilasi kamar.
  6. Tidak berbagi barang pribadi.
  7. Memantau perubahan gejala.
  8. Mengurangi aktivitas sampai kondisi membaik.

Jangan menghentikan obat rutin atau mengonsumsi antibiotik tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Kapan perlu mencari pertolongan medis?

Segera hubungi tenaga kesehatan jika muncul sesak napas, nyeri atau tekanan di dada, kebingungan, penurunan kesadaran, kelemahan berat, bibir atau wajah kebiruan, tanda dehidrasi, demam tinggi atau berkepanjangan, serta batuk yang semakin berat.

Pemeriksaan juga penting bagi bayi, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis. Gejala influenza dapat menyerupai penyakit pernapasan lain sehingga diagnosis perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Peran keluarga dan lingkungan

Keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat perlu bekerja sama mencegah penularan. Sediakan sabun dan air mengalir, bersihkan permukaan yang sering disentuh, pisahkan anggota keluarga yang sakit jika memungkinkan, dan pastikan sirkulasi udara memadai.

Sekolah serta kantor perlu menyediakan fasilitas cuci tangan, menjaga kebersihan ruang bersama, dan mendorong orang yang sakit untuk beristirahat tanpa stigma. Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dan tidak menyebarkan klaim yang belum terverifikasi.

Kesimpulan

Pencegahan influenza dimulai dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Jaga imunitas melalui makanan bergizi seimbang, tidur cukup, cairan yang memadai, aktivitas fisik, pengelolaan stres, dan konsultasi vaksinasi.

Terapkan PHBS melalui cuci tangan, etika batuk, penggunaan masker saat sakit, ventilasi yang baik, pembersihan permukaan, serta penghindaran kontak dekat ketika mengalami gejala. Jangan mendiagnosis diri berdasarkan istilah “super flu”. Cari informasi dari sumber resmi dan segera periksa jika gejala berat, memburuk, atau terjadi pada kelompok berisiko.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah PHBS dapat mencegah influenza sepenuhnya?

PHBS membantu mengurangi risiko penularan, tetapi tidak memberikan perlindungan sepenuhnya. Berbagai langkah, seperti cuci tangan, etika batuk, penggunaan masker saat sakit, ventilasi, dan menghindari kontak dekat, perlu dilakukan bersama-sama.

Apa cara sederhana untuk menjaga imunitas?

Konsumsi makanan bergizi seimbang, minum cukup, tidur teratur, aktif bergerak, kelola stres, dan hindari kebiasaan yang mengganggu kesehatan. Konsultasikan vaksinasi atau penggunaan suplemen dengan tenaga kesehatan.

Apakah “super flu” berarti penyakit baru yang pasti berbahaya?

Belum tentu. Istilah tersebut digunakan dalam pemberitaan, tetapi makna medis, penyebab, dan tingkat keparahannya perlu dikonfirmasi melalui sumber kesehatan resmi.

Kapan orang dengan gejala influenza perlu ke dokter?

Segera cari pertolongan medis jika muncul sesak napas, nyeri dada, kebingungan, dehidrasi, kelemahan berat, gejala yang memburuk, atau demam yang tidak kunjung membaik. Pemeriksaan juga penting bagi bayi, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis.

Apakah orang yang sedang flu harus memakai masker?

Sebaiknya memakai masker ketika berada dekat orang lain, terutama di ruang tertutup. Gunakan masker dengan benar dan lengkapi dengan cuci tangan, etika batuk, serta ventilasi yang baik.

Apakah antibiotik dapat mengobati influenza?

Antibiotik digunakan untuk infeksi bakteri, bukan virus penyebab influenza. Jangan menggunakan antibiotik tanpa resep. Tenaga kesehatan akan menentukan diagnosis dan pengobatan berdasarkan kondisi pasien.