Dokter Erwin Ingatkan Bahaya Kanker Serviks
Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Penyakit ini menyerang leher rahim, tetapi perubahan awal pada jaringan tidak selalu menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Karena itu, perempuan tidak dianjurkan menunggu keluhan muncul sebelum memeriksakan kesehatan reproduksinya.
Dokter Erwin Rahakbauw mengingatkan pentingnya pemeriksaan IVA secara rutin sebagai bagian dari deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan IVA dapat membantu tenaga kesehatan menemukan kemungkinan perubahan pada leher rahim sebelum kondisi berkembang lebih serius. Namun, IVA merupakan skrining, bukan diagnosis akhir. Hasil pemeriksaan perlu dipahami bersama tenaga kesehatan dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Mengenal kanker serviks
Kanker serviks berkembang pada leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina. Perubahan sel pada jaringan leher rahim dapat berlangsung bertahap. Pada tahap awal, kondisi tersebut tidak selalu menimbulkan gejala sehingga seseorang mungkin tetap merasa sehat.
Perdarahan, keputihan, atau nyeri juga tidak selalu disebabkan oleh kanker serviks. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai kondisi lain. Karena itu, diagnosis tidak boleh dilakukan sendiri. Perempuan yang mengalami keluhan perlu memperoleh pemeriksaan medis.
Deteksi dini membantu tenaga kesehatan menemukan kemungkinan kelainan sebelum kondisi menjadi lebih serius. Hasil skrining yang abnormal tidak otomatis berarti kanker, tetapi menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut. Sebaliknya, hasil yang tidak menunjukkan kelainan bukan alasan untuk mengabaikan skrining selamanya.
Apa itu pemeriksaan IVA?
IVA merupakan kependekan dari Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Pemeriksaan ini menggunakan larutan asam asetat untuk membantu melihat kemungkinan perubahan pada permukaan leher rahim.
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan terlatih. Secara umum, tahapannya meliputi:
- Konsultasi mengenai tujuan pemeriksaan, keluhan, dan riwayat kesehatan.
- Penjelasan prosedur serta pemberian persetujuan oleh pasien.
- Pemeriksaan leher rahim menggunakan alat yang sesuai.
- Penggunaan larutan asam asetat sesuai prosedur.
- Pengamatan visual terhadap kemungkinan perubahan.
- Penyampaian hasil dan rencana tindak lanjut.
Sebagian pasien mungkin merasa tegang, tidak nyaman, atau nyeri. Sampaikan keluhan tersebut kepada tenaga kesehatan agar pemeriksaan dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.
IVA tidak dapat memastikan seluruh jenis kanker dan tidak menggantikan pemeriksaan lanjutan. Jika ditemukan perubahan, tenaga kesehatan dapat menyarankan pemeriksaan ulang, pemeriksaan tambahan, atau rujukan.
Mengapa skrining perlu dilakukan secara rutin?
Tidak adanya gejala bukan bukti bahwa leher rahim bebas dari kelainan. Skrining membantu mengurangi ketergantungan pada gejala sebagai satu-satunya tanda masalah kesehatan.
Jadwal pemeriksaan tidak selalu sama untuk setiap orang. Rekomendasi dapat dipengaruhi usia, riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan sebelumnya, kondisi kehamilan, dan pedoman yang berlaku. Konsultasikan kelayakan serta jadwal pemeriksaan kepada dokter, bidan, atau fasilitas kesehatan.
Jika hasil skrining menunjukkan kelainan, ikuti seluruh arahan dan jadwal tindak lanjut meskipun tidak merasakan gejala. Catat hasil pemeriksaan, rujukan, dan jadwal kunjungan berikutnya.
Kondisi yang perlu disampaikan sebelum pemeriksaan
Sebelum menjalani pemeriksaan, beri tahu tenaga kesehatan jika mengalami:
- Kehamilan atau kemungkinan hamil.
- Perdarahan vagina yang tidak biasa.
- Nyeri panggul.
- Keputihan yang berubah warna, jumlah, atau bau.
- Riwayat hasil skrining abnormal.
- Riwayat penyakit atau tindakan pada leher rahim.
- Keluhan lain yang sedang dialami.
Informasi tersebut membantu tenaga kesehatan menentukan apakah pasien memerlukan skrining, pemeriksaan diagnostik, atau penanganan lain terlebih dahulu.
Gejala yang perlu diperiksakan
Segera konsultasikan keluhan berikut kepada tenaga kesehatan:
- Perdarahan vagina yang tidak biasa.
- Perdarahan setelah berhubungan seksual.
- Keputihan dengan perubahan warna, bau, atau jumlah.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Nyeri panggul yang menetap.
- Keluhan yang berulang atau semakin berat.
Gejala tersebut tidak otomatis berarti kanker serviks, tetapi tidak boleh diabaikan. Sampaikan kapan gejala dimulai, seberapa sering terjadi, dan perubahan yang dirasakan. Jangan mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi di internet.
Memahami hasil pemeriksaan IVA
Hasil tidak menunjukkan kelainan
Hasil tersebut berarti pada saat pemeriksaan tidak terlihat perubahan yang memerlukan perhatian berdasarkan metode IVA. Pasien tetap perlu mengikuti jadwal skrining berikutnya sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Jika muncul keluhan baru, lakukan konsultasi lebih cepat tanpa menunggu jadwal skrining.
Hasil menunjukkan kelainan
Hasil IVA yang abnormal tidak sama dengan diagnosis kanker serviks. Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan yang perlu dievaluasi. Tenaga kesehatan dapat merekomendasikan pemeriksaan ulang, pemeriksaan tambahan, atau rujukan untuk memastikan penyebabnya.
Jangan menunda tindak lanjut karena takut terhadap hasil. Minta penjelasan tertulis mengenai hasil, rujukan, dan tindakan yang perlu dilakukan.
Langkah pencegahan
Pencegahan kanker serviks tidak bergantung pada satu metode. Langkah yang dapat dibahas bersama tenaga kesehatan meliputi:
- Berkonsultasi mengenai vaksinasi HPV.
- Mengikuti skrining sesuai rekomendasi.
- Menerapkan perilaku seksual yang lebih aman.
- Menghindari rokok.
- Segera memeriksakan gejala yang tidak biasa.
- Menggunakan informasi dari tenaga kesehatan dan sumber resmi.
- Menyelesaikan pemeriksaan lanjutan jika hasil skrining memerlukannya.
Vaksinasi HPV perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, riwayat vaksinasi, dan ketentuan layanan kesehatan. Vaksinasi tidak menggantikan skrining apabila skrining tetap dianjurkan.
Mengatasi hambatan pemeriksaan
Rasa takut, malu, khawatir terhadap hasil, keterbatasan akses, dan kurangnya informasi dapat membuat perempuan menunda pemeriksaan. Perempuan yang belum menjalani pemeriksaan tidak perlu disalahkan. Informasi dan dukungan yang tepat dapat membantu pengambilan keputusan kesehatan.
Sebelum datang, tanyakan prosedur, jadwal, biaya, dokumen yang perlu dibawa, cara menerima hasil, dan mekanisme tindak lanjut. Sampaikan rasa takut kepada tenaga kesehatan dan ajak pendamping jika aturan fasilitas mengizinkan.
Imbauan Dokter Erwin Rahakbauw
Dokter Erwin Rahakbauw mengingatkan perempuan agar tidak mengabaikan bahaya kanker serviks. Perhatian terhadap kesehatan leher rahim perlu dilakukan sebelum keluhan muncul karena perubahan awal tidak selalu mudah dikenali.
Pemeriksaan IVA merupakan salah satu metode skrining untuk membantu deteksi dini. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan dan disertai konsultasi serta tindak lanjut. Hasil IVA bukan diagnosis akhir.
Kesimpulan
Kanker serviks dapat berkembang melalui perubahan bertahap yang tidak selalu menimbulkan gejala. Karena itu, perempuan perlu berkonsultasi mengenai skrining yang sesuai, termasuk pemeriksaan IVA.
Jangan menunggu gejala memburuk. Tanyakan hasil pemeriksaan, ikuti rujukan, dan patuhi jadwal tindak lanjut yang diberikan tenaga kesehatan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu pemeriksaan IVA?
Pemeriksaan IVA adalah skrining leher rahim menggunakan larutan asam asetat. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk melihat kemungkinan perubahan pada leher rahim.
Apakah IVA hanya perlu dilakukan saat muncul gejala?
Tidak. Skrining membantu menemukan kemungkinan perubahan sebelum gejala muncul. Konsultasikan kelayakan dan jadwal pemeriksaan kepada tenaga kesehatan.
Apakah hasil IVA abnormal berarti pasti kanker?
Tidak. Hasil abnormal menunjukkan adanya perubahan yang perlu dievaluasi lebih lanjut melalui pemeriksaan ulang, pemeriksaan tambahan, atau rujukan.
Siapa yang dapat memberikan informasi tentang IVA?
Dokter, bidan, dan tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan dapat menjelaskan persiapan, proses, hasil, dan tindak lanjut pemeriksaan IVA.