Pengobatan TBC Satu Bulan, Hanya untuk TBC Laten

Pengobatan tuberkulosis (TBC) selama satu bulan berlaku untuk kondisi tertentu, terutama sebagian kasus TBC laten. Regimen ini bukan terapi umum untuk semua jenis TBC dan tidak dapat menggantikan pengobatan TBC aktif.

Regimen yang dikenal sebagai 1HP terdiri atas isoniazid dan rifapentin yang diminum setiap hari selama 28 hari. Kelayakannya harus ditentukan tenaga kesehatan setelah TBC aktif disingkirkan dan kondisi pasien dinilai.

Jangan mempersingkat, mengganti, membagi, atau menghentikan obat tanpa arahan dokter atau petugas kesehatan. Kesalahan penggunaan dapat menyebabkan terapi tidak efektif, efek samping, keterlambatan diagnosis, dan resistansi obat.

TBC Laten Berbeda dari TBC Aktif

TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada infeksi TBC laten, sistem kekebalan mengendalikan bakteri sehingga belum menimbulkan penyakit.

Orang dengan TBC laten biasanya:

  • Tidak mengalami gejala TBC.
  • Tidak menularkan TBC kepada orang lain.
  • Tetap memiliki bakteri TBC dalam keadaan tidak aktif.
  • Berisiko mengalami TBC aktif di kemudian hari.

TBC aktif terjadi ketika bakteri berkembang dan menyebabkan penyakit. TBC dapat menyerang paru-paru maupun organ lain. TBC paru dapat menular melalui udara, terutama saat pasien batuk, berbicara, atau bersin.

Obat pencegahan TBC laten tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya terapi untuk TBC aktif.

Sumber: CDC

Mengapa TBC Laten Perlu Diobati?

Sebagian orang dengan TBC laten dapat mengalami TBC aktif sepanjang hidupnya. Risiko meningkat jika sistem imun melemah atau terdapat kondisi kesehatan tertentu.

Pengobatan TBC laten bertujuan mencegah infeksi berkembang menjadi penyakit aktif. Kelompok berisiko lebih tinggi meliputi:

  • Orang yang baru terinfeksi TBC.
  • Bayi dan anak kecil.
  • Orang dengan HIV.
  • Pasien yang menggunakan obat penekan sistem imun.
  • Orang yang berkontak erat dengan pasien TBC menular.
  • Pasien dengan diabetes, gangguan ginjal, atau penyakit tertentu yang memengaruhi daya tahan tubuh.

Keputusan pengobatan tidak hanya berdasarkan hasil tes positif. Dokter perlu mempertimbangkan usia, riwayat kontak, gejala, hasil rontgen, penyakit penyerta, obat yang digunakan, dan kemungkinan interaksi obat.

Apa Itu Regimen 1HP?

Regimen 1HP terdiri atas:

  • Isoniazid.
  • Rifapentin.

Kedua obat diminum setiap hari selama sekitar 28 hari. Istilah “satu bulan” tidak berarti obat diminum sekali. Pasien tetap harus mengikuti dosis, jadwal, dan jumlah tablet yang diresepkan.

Regimen 1HP merupakan salah satu pilihan pengobatan pencegahan TBC laten. Pedoman, dosis, batas usia, ketersediaan obat, dan kelompok yang dapat menggunakannya dapat berbeda menurut negara dan kondisi pasien.

Durasi yang lebih singkat dapat membantu pasien menyelesaikan terapi. Namun, obat tetap dapat menimbulkan efek samping dan berinteraksi dengan obat lain.

Sumber: CDC

Siapa yang Mungkin Memenuhi Syarat?

Regimen satu bulan hanya dipertimbangkan setelah dokter memastikan adanya infeksi TBC laten dan menilai bahwa pasien tidak mengalami TBC aktif. Pemeriksaan dapat mencakup:

  1. Wawancara mengenai gejala.
  2. Riwayat kontak dengan pasien TBC.
  3. Tes infeksi TBC.
  4. Pemeriksaan fisik.
  5. Foto rontgen dada.
  6. Pemeriksaan dahak atau tes lain jika terdapat kecurigaan TBC aktif.

Kelompok yang memerlukan perhatian antara lain orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC menular, pasien dengan HIV, pengguna terapi penekan sistem imun, anak dengan hasil tes positif, dan orang yang baru terinfeksi TBC.

Gejala yang Harus Diperiksa

TBC aktif dapat menimbulkan:

  • Batuk menetap atau berdahak.
  • Batuk berdarah.
  • Demam dan keringat malam.
  • Berat badan turun tanpa sebab jelas.
  • Lemas berkepanjangan.
  • Nyeri dada atau sesak napas.

Tidak semua pasien mengalami seluruh gejala. Anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah dapat menunjukkan gejala yang berbeda atau lebih ringan.

Jika terdapat gejala yang mengarah ke TBC aktif, obat pencegahan tidak boleh langsung dimulai. Dokter harus melakukan pemeriksaan tambahan terlebih dahulu.

Cara Memastikan TBC Laten

1. Menilai gejala dan riwayat kesehatan

Tenaga kesehatan akan menanyakan gejala, riwayat paparan, kondisi imun, penyakit penyerta, kehamilan, dan obat yang digunakan. Tidak adanya gejala mendukung kemungkinan TBC laten, tetapi tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

2. Melakukan tes infeksi TBC

Tes yang dapat digunakan meliputi tes kulit tuberkulin dan tes pelepasan interferon-gamma (IGRA). Hasil positif menunjukkan kemungkinan infeksi TBC, tetapi tidak selalu dapat membedakan TBC laten dan TBC aktif.

3. Menyingkirkan TBC aktif

Dokter dapat meminta foto rontgen dada, pemeriksaan dahak, atau pemeriksaan laboratorium lain. Setelah TBC aktif dinilai tidak ada, dokter dapat memilih regimen pencegahan yang sesuai.

Sumber: Organisasi Kesehatan Dunia

Siapa yang Memerlukan Penilaian Khusus?

Pasien dengan penyakit hati

Isoniazid dan obat TBC tertentu dapat memengaruhi hati. Beri tahu dokter jika memiliki riwayat hepatitis atau penyakit hati, mengonsumsi alkohol, atau menggunakan obat, suplemen, dan produk herbal tertentu.

Segera laporkan kulit atau mata menguning, urine gelap, mual berat, muntah terus-menerus, kehilangan nafsu makan, atau nyeri perut.

Pasien yang menggunakan obat lain

Rifapentin dapat berinteraksi dengan obat antiretroviral, kontrasepsi hormonal, obat antikejang, pengencer darah, obat jantung, dan obat untuk penyakit kronis lainnya. Jangan menghentikan obat rutin sendiri.

Kehamilan dan menyusui

Sampaikan kehamilan, rencana kehamilan, atau kondisi menyusui sebelum terapi dimulai. Dokter akan menilai manfaat, risiko, dan regimen yang paling sesuai.

Anak-anak

Dosis anak ditentukan berdasarkan usia dan berat badan. Dosis dewasa tidak boleh diberikan kepada anak. Bayi dan anak kecil yang berkontak dengan pasien TBC memerlukan pemeriksaan lebih cepat.

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Minum obat sesuai resep dan jangan menggandakan dosis setelah lupa minum obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan.
  • Rifapentin dapat mengubah warna urine, air mata, keringat, atau cairan tubuh menjadi jingga atau kemerahan. Lensa kontak lunak juga dapat berubah warna.
  • Hindari alkohol karena dapat menambah beban pada hati.
  • Laporkan semua obat resep, obat bebas, suplemen, dan produk herbal.
  • Jangan berbagi obat dengan anggota keluarga atau orang lain.

Tanda Bahaya Selama Pengobatan

Segera hubungi fasilitas kesehatan jika muncul:

  • Kulit atau mata menguning.
  • Urine berwarna gelap.
  • Mual atau muntah berat.
  • Nyeri perut hebat.
  • Ruam luas, lepuh, atau kulit mengelupas.
  • Sesak napas atau pembengkakan wajah dan tenggorokan.
  • Demam menetap.
  • Kesemutan atau mati rasa yang memburuk.
  • Gangguan penglihatan.
  • Kelemahan berat atau kebingungan.

Jangan menunggu obat habis jika muncul gejala berat. Hubungi tenaga kesehatan untuk menentukan apakah obat perlu dihentikan atau diganti.

Perbedaan TBC Laten dan TBC Aktif

AspekTBC latenTBC aktif
Kondisi bakteriDikendalikan sistem imunBerkembang dan menyebabkan penyakit
GejalaBiasanya tidak adaDapat berupa batuk, demam, keringat malam, dan berat badan turun
PenularanBiasanya tidak menularDapat menular, terutama TBC paru
Tujuan terapiMencegah penyakit aktifMengobati penyakit dan menghentikan penularan
RegimenDapat menggunakan regimen singkat tertentuMemerlukan kombinasi obat dan durasi khusus

TBC aktif memerlukan kombinasi obat yang ditentukan dokter. Regimen 1HP tidak boleh digunakan sebagai pengobatan tunggal untuk TBC aktif.

Sumber: CDC

Kesalahan yang Harus Dihindari

Jangan menganggap bahwa semua TBC dapat sembuh dalam satu bulan, TBC laten tidak perlu diobati, obat satu bulan aman untuk semua orang, atau hasil tes positif berarti pasien boleh langsung minum 1HP.

Jangan membeli, berbagi, mengganti, atau menghentikan obat tanpa pemeriksaan dan pengawasan tenaga kesehatan. Pasien dengan hasil tes positif, riwayat kontak, atau gejala TBC sebaiknya menghubungi puskesmas, klinik, atau rumah sakit.

Kesimpulan

Pengobatan TBC satu bulan merujuk pada regimen pencegahan tertentu untuk sebagian pasien dengan TBC laten, bukan semua pasien TBC. Salah satu regimen tersebut adalah 1HP, yaitu isoniazid dan rifapentin setiap hari selama sekitar 28 hari.

Sebelum terapi, TBC aktif harus disingkirkan. Dokter juga perlu menilai penyakit hati, kehamilan, usia, obat lain, interaksi obat, dan faktor risiko pasien. TBC aktif memerlukan pemeriksaan serta kombinasi obat dengan durasi berbeda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah TBC bisa sembuh hanya dengan obat selama satu bulan?

Tidak semua TBC dapat diobati selama satu bulan. Regimen satu bulan biasanya merupakan pengobatan pencegahan untuk sebagian pasien dengan TBC laten. TBC aktif memerlukan kombinasi obat dan durasi yang ditentukan dokter.

Apakah TBC laten menular?

TBC laten biasanya tidak menular karena belum menyebabkan penyakit aktif. Namun, infeksi tersebut dapat berkembang menjadi TBC aktif, terutama pada orang dengan sistem imun lemah.

Apa obat untuk regimen TBC laten satu bulan?

Salah satu regimen adalah kombinasi isoniazid dan rifapentin setiap hari selama sekitar 28 hari. Kelayakan, dosis, dan pemantauan harus ditentukan tenaga kesehatan.

Apakah hasil tes positif berarti boleh langsung minum obat satu bulan?

Tidak. Dokter perlu menilai gejala, riwayat paparan, pemeriksaan fisik, foto rontgen, dan pemeriksaan lain untuk memastikan tidak ada TBC aktif.

Apakah obat boleh dihentikan jika tidak ada gejala?

Tidak. Minum obat sesuai resep. Jika dosis terlewat atau muncul efek samping, hubungi tenaga kesehatan.

Kapan harus mencari pertolongan medis?

Segera cari bantuan jika muncul kulit atau mata menguning, urine gelap, muntah berat, nyeri perut hebat, ruam berat, sesak napas, gangguan penglihatan, atau kesemutan yang memburuk.