Influenza Melonjak? 6 Cara Mencegah Penularan

Perhatian publik terhadap influenza dan penyakit saluran pernapasan kembali meningkat seiring pemberitaan mengenai meluasnya Influenza A dan Human Metapneumovirus (HMPV) di sejumlah negara. Namun, data yang tersedia belum mencantumkan angka kenaikan kasus influenza secara rinci, lokasi kejadian, maupun keterangan resmi dari pakar Universitas Gadjah Mada (UGM). Informasi mengenai risiko dan pencegahan perlu merujuk pada otoritas kesehatan resmi Source 9.

Influenza menular melalui partikel pernapasan saat seseorang batuk, bersin, berbicara, atau bernapas. Risiko meningkat di ruang tertutup dengan ventilasi buruk. Penularan juga dapat terjadi ketika tangan menyentuh permukaan yang terkontaminasi, lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Artikel ini merangkum enam langkah pencegahan yang dapat diterapkan sehari-hari. Langkah tersebut merupakan edukasi kesehatan umum, bukan kutipan langsung atau rekomendasi khusus dari pakar UGM sebelum sumber aslinya terverifikasi.

Mengenal Influenza dan Penularannya

Influenza adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Gejala umumnya meliputi:

  • Demam.
  • Batuk.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Hidung tersumbat atau berair.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Tubuh lemas.
  • Menggigil pada sebagian penderita.

Influenza sering disamakan dengan selesma karena gejalanya serupa. Namun, influenza cenderung muncul lebih mendadak dan dapat menyebabkan demam serta nyeri otot yang lebih berat. Gejala saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan jika gejala berat, menetap, memburuk, atau muncul pada kelompok rentan. Informasi resmi tersedia melalui Organisasi Kesehatan Dunia.

Risiko penularan meningkat dalam kondisi berikut:

  • Kerumunan.
  • Ruangan tertutup.
  • Ventilasi buruk.
  • Kontak dekat dalam waktu lama.
  • Berbagi barang pribadi.
  • Tidak menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
  • Menyentuh wajah dengan tangan yang belum dibersihkan.

Influenza dan HMPV sama-sama dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda. Peningkatan perhatian terhadap HMPV tidak dapat langsung dianggap sebagai peningkatan kasus influenza.

Enam Cara Mencegah Penularan Influenza

1. Bersihkan Tangan

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama sekitar 20 detik, terutama setelah batuk atau bersin, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah berada di tempat umum, dan setelah menyentuh benda yang digunakan bersama. Bersihkan telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ujung jari, kuku, ibu jari, dan pergelangan tangan.

Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol sesuai petunjuk kemasan. Produk ini tidak menggantikan cuci tangan ketika tangan terlihat kotor atau berminyak. Hindari menyentuh hidung, mulut, dan mata sebelum tangan dibersihkan.

2. Gunakan Masker pada Situasi Berisiko

Masker dapat mengurangi penyebaran dan paparan partikel pernapasan. Gunakan masker saat mengalami gejala pernapasan, berada di fasilitas kesehatan, merawat orang sakit, atau berada di ruang ramai dan tertutup.

Masker harus menutup hidung, mulut, dan dagu. Bersihkan tangan sebelum memasang dan setelah melepas masker. Ganti masker jika lembap, kotor, rusak, atau tidak dapat digunakan dengan baik. Masker sekali pakai harus dibuang pada tempatnya.

Masker bukan pengganti ventilasi, kebersihan tangan, dan etika batuk. Perlindungan lebih baik diperoleh dengan menggabungkan beberapa langkah pencegahan.

3. Terapkan Etika Batuk dan Bersin

Tutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah tertutup. Jika tisu tidak tersedia, gunakan bagian dalam siku, bukan telapak tangan. Cuci tangan setelah batuk, bersin, atau membuang tisu. Hindari meludah sembarangan.

Orang tua, guru, dan pengasuh perlu mengajarkan kebiasaan ini melalui contoh langsung, terutama kepada anak-anak.

4. Perbaiki Ventilasi dan Kurangi Kerumunan

Buka jendela atau pintu jika memungkinkan. Pastikan sirkulasi udara berjalan baik di rumah, kantor, ruang kelas, tempat ibadah, dan ruang publik. Kurangi durasi berada di ruang tertutup yang padat dan pindahkan kegiatan ke ruang terbuka bila memungkinkan.

Tunda pertemuan tatap muka ketika sedang sakit. Pengelola gedung perlu memeriksa serta merawat sistem ventilasi secara berkala. Ventilasi tidak menghilangkan seluruh risiko sehingga tetap perlu disertai masker, kebersihan tangan, etika batuk, dan pembatasan kontak.

5. Pertimbangkan Vaksinasi Influenza

Vaksinasi merupakan salah satu strategi pencegahan influenza. Vaksin tidak menjamin seseorang terbebas sepenuhnya dari infeksi, tetapi dapat membantu menurunkan risiko penyakit berat sesuai bukti dan rekomendasi medis.

Konsultasikan vaksinasi dengan tenaga kesehatan, terutama jika memiliki alergi, sedang hamil, berusia lanjut, memiliki penyakit kronis, menggunakan obat tertentu, atau mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh. Kelompok rentan, tenaga kesehatan, pengasuh, dan orang yang sering berinteraksi dengan individu berisiko mungkin memerlukan perhatian khusus.

Vaksin influenza berbeda dari vaksin penyakit pernapasan lain. Informasi mengenai merek, jadwal, dan indikasi vaksin harus diperoleh dari fasilitas kesehatan atau sumber resmi terbaru.

6. Batasi Kontak Saat Sakit

Saat mengalami demam atau gejala pernapasan, beristirahatlah, cukupi kebutuhan cairan, konsumsi makanan bergizi, dan kurangi aktivitas di luar rumah. Hindari berbagi alat makan, gelas, botol minum, handuk, dan barang pribadi lainnya.

Jaga jarak dari bayi, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh rendah. Gunakan obat sesuai petunjuk tenaga kesehatan dan label kemasan. Jangan menggunakan antibiotik tanpa resep karena antibiotik tidak mengobati infeksi virus dan penggunaannya yang tidak tepat dapat meningkatkan resistansi antimikroba.

Kelompok yang Berisiko Mengalami Komplikasi

Kelompok yang lebih berisiko mengalami komplikasi influenza meliputi:

  • Lansia.
  • Bayi dan anak kecil.
  • Ibu hamil.
  • Orang dengan asma, penyakit paru kronis, penyakit jantung, atau diabetes.
  • Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Orang dengan kondisi medis lain sesuai penilaian dokter.

Komplikasi dapat berupa infeksi paru, memburuknya penyakit kronis, dehidrasi, atau gangguan kesehatan lain. Konsultasikan vaksinasi dan langkah pencegahan dengan tenaga kesehatan. Jangan menunda pemeriksaan jika gejala memburuk.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri?

Pemeriksaan medis diperlukan jika gejala tidak membaik, berlangsung lebih lama dari yang diharapkan, semakin berat, atau muncul pada kelompok rentan.

Tanda bahaya pada orang dewasa meliputi:

  • Sesak napas.
  • Nyeri atau tekanan di dada.
  • Kebingungan atau penurunan kesadaran.
  • Dehidrasi.
  • Demam tinggi atau demam yang menetap.
  • Kondisi memburuk setelah sempat membaik.
  • Kelemahan berat.

Pada anak, segera cari pertolongan jika anak sulit minum, sangat lemas, bernapas cepat, kesulitan bernapas, atau tidak memberikan respons seperti biasa. Hubungi fasilitas kesehatan atau layanan darurat setempat jika muncul kondisi gawat.

Jangan mendiagnosis Influenza A, HMPV, tuberkulosis, atau penyakit lain hanya berdasarkan gejala. Diagnosis memerlukan penilaian tenaga kesehatan.

Influenza, HMPV, dan Tuberkulosis Berbeda

Influenza dan HMPV disebabkan oleh virus yang berbeda meskipun dapat menimbulkan gejala serupa. Tuberkulosis juga merupakan penyakit berbeda dan tidak dapat dianggap sebagai bagian dari kasus influenza hanya karena sama-sama menyebabkan batuk.

Informasi mengenai perhatian pakar UGM terhadap tuberkulosis tidak dapat digunakan sebagai bukti lonjakan influenza Source 3. Rujuk informasi diagnosis dan penanganan kepada Kementerian Kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia, atau fasilitas kesehatan.

Mitos tentang Pencegahan Influenza

Influenza Selalu Ringan

Sebagian orang pulih tanpa komplikasi, tetapi influenza dapat menyebabkan penyakit berat pada lansia, bayi, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

Antibiotik Menyembuhkan Influenza

Antibiotik tidak bekerja terhadap virus penyebab influenza. Obat ini hanya digunakan untuk infeksi bakteri berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.

Masker Saja Sudah Cukup

Masker membantu mengurangi risiko, tetapi tidak menghilangkannya. Pencegahan perlu menggabungkan masker, ventilasi, kebersihan tangan, etika batuk, dan pembatasan kontak saat sakit.

Gejala Mirip Flu Tidak Perlu Diperiksa

Gejala ringan dapat dipantau sesuai kondisi. Namun, gejala berat, menetap, memburuk, atau muncul pada kelompok rentan memerlukan konsultasi medis.

Penutup

Pencegahan influenza dimulai dari kebiasaan sehari-hari: membersihkan tangan, menggunakan masker saat diperlukan, menerapkan etika batuk dan bersin, memperbaiki ventilasi, mempertimbangkan vaksinasi, serta beristirahat dan membatasi kontak saat sakit.

Data mengenai lonjakan kasus harus berasal dari sumber resmi dan terbaru. Informasi yang tersedia belum memuat nama pakar UGM, kutipan langsung, lokasi, tanggal kejadian, atau angka kenaikan kasus influenza. Klaim tentang “enam cara dari pakar UGM” perlu diverifikasi sebelum diterbitkan sebagai kutipan sumber.

Segera hubungi fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas, nyeri dada, dehidrasi, penurunan kesadaran, atau kondisi yang memburuk.

Tanya Jawab

Apa gejala influenza yang umum?

Gejala umum meliputi demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh lemas.

Apakah masker dapat mencegah influenza?

Masker dapat mengurangi penyebaran dan paparan partikel pernapasan, terutama di ruang ramai, ruang tertutup, fasilitas kesehatan, atau saat seseorang sedang sakit. Gunakan masker bersama ventilasi, kebersihan tangan, dan etika batuk.

Apakah influenza sama dengan HMPV?

Tidak. Keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda meskipun dapat menimbulkan gejala saluran pernapasan yang serupa.

Apakah penderita influenza boleh masuk kerja atau sekolah?

Sebaiknya beristirahat dan mengurangi kontak selama mengalami demam atau gejala pernapasan yang mengganggu. Waktu kembali perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebijakan fasilitas terkait.

Kapan influenza memerlukan pertolongan medis segera?

Segera cari pertolongan jika muncul sesak napas, nyeri atau tekanan di dada, kebingungan, dehidrasi, penurunan kesadaran, demam menetap, atau kondisi memburuk setelah sempat membaik.

Apakah antibiotik dapat mengobati influenza?

Tidak. Antibiotik tidak mengobati infeksi virus seperti influenza dan hanya boleh digunakan berdasarkan indikasi serta resep tenaga kesehatan.