NASA Dilaporkan Temukan Lubang Baru di Bulan

NASA dilaporkan menemukan struktur baru di Bulan yang ukurannya lebih besar daripada stadion sepak bola. Kabar ini diberitakan CNBC Indonesia melalui unggahan pada 22 September 2026 (sumber 1).

Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan lokasi, ukuran pasti, kedalaman, jenis struktur, maupun instrumen NASA yang digunakan. Karena itu, istilah “lubang” perlu dipahami secara hati-hati.

Dalam konteks geologi, “lubang” dapat merujuk pada cekungan, depresi, bukaan, lubang runtuhan, atau struktur permukaan lainnya. Struktur tersebut bisa berupa kawah tumbukan, bagian dari sistem vulkanik purba, atau kemungkinan akses menuju rongga bawah permukaan.

Apa yang Dimaksud dengan “Lubang” di Bulan?

Bulan memiliki permukaan yang dipenuhi cekungan dan struktur geologi. Sebagian terbentuk akibat tumbukan asteroid dan meteoroid, sedangkan lainnya berkaitan dengan aktivitas vulkanik yang berlangsung miliaran tahun lalu. Proses runtuhan juga dapat membentuk bukaan menuju ruang di bawah permukaan.

Media menggunakan kata “lubang” karena mudah dipahami. Ilmuwan biasanya memakai istilah yang lebih spesifik, seperti kawah tumbukan, depresi, lubang runtuhan, saluran lava, atau rongga bawah permukaan.

Cekungan yang tampak gelap dari orbit tidak otomatis merupakan lubang yang dalam. Warna gelap dapat disebabkan oleh bayangan, perbedaan material permukaan, atau sudut pencahayaan. Untuk menentukan bentuk sebenarnya, peneliti perlu membandingkan citra dari berbagai sudut dan waktu serta menganalisis data topografi.

Perbedaan Kawah, Lubang Runtuhan, dan Terowongan Lava

Kawah Tumbukan

Kawah tumbukan terbentuk ketika asteroid, meteoroid, atau benda langit lain menghantam permukaan Bulan. Tumbukan berenergi tinggi dapat menggali material permukaan dan membentuk cekungan dengan tepi yang lebih tinggi. Material hasil tumbukan biasanya tersebar di sekitar kawah.

Bentuknya sering mendekati lingkaran, tetapi tumbukan dari sudut tertentu dapat menghasilkan bentuk elips. Ukurannya beragam, mulai dari cekungan kecil hingga struktur yang sangat besar.

Ukuran besar saja belum cukup untuk membuktikan bahwa struktur yang diberitakan NASA merupakan kawah tumbukan. Peneliti perlu memeriksa bentuk tepi, material terlontar, pola permukaan, dan hubungan struktur tersebut dengan wilayah di sekitarnya.

Lubang Runtuhan

Lubang runtuhan dapat terbentuk ketika atap ruang bawah tanah melemah dan sebagian permukaan jatuh ke dalam. Pada Bulan, kemungkinan adanya ruang bawah tanah berkaitan dengan sejarah aktivitas vulkanik.

Aliran lava purba dapat meninggalkan saluran atau rongga setelah bagian luarnya membeku dan material di dalamnya terus mengalir. Jika atap saluran melemah, sebagian permukaan dapat runtuh dan membentuk bukaan yang terlihat seperti lubang dari orbit.

Belum ada informasi yang menunjukkan bahwa struktur baru tersebut merupakan lubang runtuhan.

Terowongan Lava

Terowongan lava terbentuk ketika bagian luar aliran lava membeku, sementara lava panas di bawahnya terus bergerak. Setelah aliran berhenti, saluran yang tersisa dapat menjadi rongga memanjang.

Rongga semacam ini menarik perhatian karena dapat mengungkap aktivitas vulkanik masa lalu. Secara teori, terowongan lava juga berpotensi melindungi manusia dari radiasi dan perubahan suhu.

Namun, lubang di permukaan tidak otomatis merupakan bukaan terowongan lava. Pemetaan bawah tanah diperlukan untuk memastikan apakah terdapat rongga yang terhubung di bawahnya.

Seberapa Besar Struktur Baru Itu?

Sumber yang tersedia hanya menyebut bahwa ukurannya lebih besar daripada stadion sepak bola (sumber 2). Perbandingan ini membantu pembaca membayangkan skala, tetapi tidak menggantikan ukuran ilmiah dalam meter atau kilometer.

Belum diketahui apakah perbandingan tersebut merujuk pada panjang, lebar, diameter, atau keseluruhan area struktur. Belum diketahui pula apakah yang diukur hanya bukaan permukaan atau termasuk cekungan di sekelilingnya.

Struktur yang tampak besar dari orbit belum tentu memiliki ruang terbuka yang luas atau dapat digunakan sebagai lokasi pendaratan. Dasarnya bisa tidak rata, dindingnya curam, materialnya rapuh, atau sebagian areanya tertutup bayangan.

Ukuran membantu ilmuwan memperkirakan proses pembentukan struktur. Namun, asal-usul, kestabilan dinding, komposisi batuan, kemiringan, pencahayaan, dan akses komunikasi juga menentukan nilai ilmiah serta kelayakan eksplorasinya.

Bagaimana Struktur Itu Ditemukan?

Struktur di Bulan dapat ditemukan melalui citra wahana pengorbit. Kamera dari ketinggian dapat menangkap perbedaan bentuk, warna, tekstur, dan pola bayangan.

Citra dari berbagai sudut membantu memperlihatkan:

  • Bentuk tepi struktur.
  • Kecuraman dinding.
  • Kondisi dasar cekungan.
  • Material yang tersebar di sekitarnya.
  • Perubahan pencahayaan.
  • Hubungan struktur dengan wilayah geologi di sekitarnya.

Data topografi memberikan informasi mengenai perubahan ketinggian. Melalui data tersebut, ilmuwan dapat memperkirakan apakah struktur itu dangkal, curam, memanjang, atau tidak beraturan.

Sumber yang tersedia belum menyebutkan nama wahana, kamera, satelit, atau perangkat pemindai yang menghasilkan temuan tersebut. Karena itu, temuan ini belum tepat dikaitkan dengan misi NASA tertentu tanpa rujukan resmi.

Kemungkinan Asal-Usul

Kawah Akibat Tumbukan

Asteroid atau meteoroid yang menghantam permukaan dapat menghasilkan cekungan besar. Peneliti biasanya memeriksa bentuk lingkaran atau elips, tepi yang terangkat, material terlontar, pola retakan, usia permukaan, dan komposisi material.

Bulan menyimpan catatan tumbukan yang sangat lama karena tidak memiliki atmosfer aktif, hujan, sungai, dan lempeng tektonik seperti Bumi. Meski demikian, tumbukan belum dapat ditetapkan sebagai penyebab struktur yang diberitakan.

Runtuhnya Atap Rongga

Aktivitas vulkanik masa lalu mungkin meninggalkan saluran atau ruang di bawah permukaan. Jika atapnya melemah, sebagian permukaan dapat runtuh dan membentuk bukaan.

Struktur semacam ini penting karena dapat membuka akses menuju lingkungan bawah permukaan yang lebih terlindung dari radiasi dan perubahan suhu. Namun, belum tersedia keterangan bahwa struktur baru tersebut berkaitan dengan rongga atau proses runtuhan.

Struktur Vulkanik Purba

Aliran lava purba dapat meninggalkan saluran, punggung, dataran gelap, dan cekungan. Peneliti perlu memeriksa bentuk, lokasi, komposisi material, serta hubungan struktur dengan bekas aliran lava.

Kemungkinan adanya terowongan lava perlu dipertimbangkan secara hati-hati. Hanya pemetaan bawah tanah yang dapat mengonfirmasi keberadaannya.

Arti Penting bagi Eksplorasi Bulan

Struktur besar dapat menjadi laboratorium alami untuk mempelajari lapisan permukaan dan bawah permukaan Bulan. Dindingnya mungkin memperlihatkan material yang tidak terlihat pada permukaan datar.

Jika terbentuk akibat tumbukan, material di dalamnya dapat membantu menjelaskan sejarah benda langit yang menghantam Bulan. Jika berkaitan dengan aktivitas vulkanik, struktur tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai aliran lava purba.

Rongga bawah permukaan secara teori juga dapat mengurangi paparan terhadap:

  • Radiasi Matahari.
  • Radiasi kosmik.
  • Perubahan suhu ekstrem.
  • Debu Bulan.
  • Tumbukan mikrometeoroid.

Potensi ini tidak berarti struktur tersebut langsung layak menjadi pangkalan atau tempat tinggal manusia. Kelayakannya harus dinilai berdasarkan kestabilan dinding, akses masuk, komunikasi, energi, suhu, pencahayaan, dan ketersediaan sumber daya.

Apakah Bisa Menjadi Tempat Tinggal Manusia?

Rongga bawah permukaan berpotensi mengurangi paparan radiasi, perubahan suhu, dan mikrometeoroid. Namun, kemungkinan tersebut masih bersifat teoretis.

Struktur harus dipetakan secara detail dan diperiksa menggunakan wahana robotik sebelum dipertimbangkan untuk misi berawak. Sebagian lubang mungkin hanya berupa cekungan dangkal dengan dinding rapuh. Sebagian lainnya dapat memiliki pintu masuk sempit, dasar tidak stabil, atau jalur yang sulit dilalui.

Debu Bulan dapat mengganggu sambungan mekanis, panel energi, pakaian antariksa, dan sistem penyaringan udara. Wahana juga harus mampu masuk dan keluar, sementara sistem komunikasi harus tetap berfungsi meskipun sinyal terhalang dinding batu.

Kestabilan menjadi persoalan utama. Dinding atau atap rongga dapat retak dan runtuh. Tanpa pemetaan geologi yang memadai, pemanfaatannya akan berisiko tinggi.

Hal yang Belum Diketahui

Informasi yang tersedia belum mencantumkan:

  • Lokasi dan koordinat.
  • Diameter, panjang, lebar, dan kedalaman.
  • Jenis struktur.
  • Komposisi material.
  • Nama wahana dan instrumen.
  • Metode pengamatan.
  • Status verifikasi ilmiah.

Belum dapat dipastikan apakah struktur itu merupakan kawah tumbukan, lubang runtuhan, bukaan terowongan lava, struktur vulkanik, atau depresi permukaan lainnya.

Laporan lanjutan seharusnya mencantumkan ukuran terukur, koordinat, jenis data, nama instrumen, tim peneliti, hasil analisis geologi, serta publikasi atau pernyataan resmi NASA.

Kesimpulan

NASA dilaporkan menemukan struktur baru di Bulan yang ukurannya lebih besar daripada stadion sepak bola. Namun, sumber yang tersedia belum menjelaskan lokasi, ukuran pasti, kedalaman, jenis struktur, maupun instrumen yang digunakan (sumber 1).

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah struktur tersebut merupakan kawah tumbukan, lubang runtuhan, bukaan terowongan lava, atau bentuk geologi lainnya.

Temuan ini tetap berpotensi penting bagi penelitian Bulan. Struktur besar dapat membantu ilmuwan mempelajari sejarah tumbukan, aktivitas vulkanik, dan kondisi bawah permukaan. Namun, kemungkinan menjadikannya pangkalan atau tempat tinggal manusia masih jauh dari kepastian.

Kesimpulan paling tepat adalah menunggu keterangan resmi NASA dan data ilmiah lanjutan sebelum menarik klaim lebih jauh.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah NASA benar-benar menemukan lubang baru di Bulan?

Menurut sumber yang tersedia, NASA dilaporkan menemukan struktur baru di Bulan dan CNBC Indonesia memberitakannya pada 22 September 2026. Rincian teknisnya belum tersedia secara lengkap.

Seberapa besar struktur tersebut?

Sumber hanya menyebut ukurannya lebih besar daripada stadion sepak bola. Diameter, panjang, lebar, dan kedalamannya belum diketahui.

Apakah struktur itu merupakan kawah?

Belum dapat dipastikan. Struktur tersebut bisa berupa kawah tumbukan, lubang runtuhan, bukaan rongga vulkanik, atau depresi lainnya.

Apakah dapat menjadi tempat tinggal manusia?

Secara teori, rongga bawah permukaan dapat mengurangi paparan radiasi, perubahan suhu, dan mikrometeoroid. Kelayakannya belum dapat dinilai tanpa data mengenai kedalaman, kestabilan, akses, komunikasi, dan kondisi lingkungan.

Di mana lokasinya?

Lokasi dan koordinatnya belum disebutkan dalam sumber yang tersedia. Informasi tersebut perlu dikonfirmasi melalui laporan resmi NASA atau publikasi ilmiah.

Apa manfaatnya bagi eksplorasi Bulan?

Temuan tersebut dapat membantu pemetaan geologi, penelitian bawah permukaan, dan pemilihan target misi robotik atau berawak. Manfaat praktisnya bergantung pada hasil penelitian lanjutan.