Pemkot Pekalongan Giatkan PSN untuk Mencegah DBD
Pemerintah Kota Pekalongan menggiatkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD). Upaya ini menempatkan kebersihan lingkungan dan pengendalian tempat berkembang biak nyamuk sebagai tanggung jawab bersama.
PSN tidak hanya menjadi tugas pemerintah atau petugas kesehatan. Rumah tangga, pengurus lingkungan, sekolah, tempat kerja, dan pengelola fasilitas umum perlu terlibat dalam pemeriksaan serta pembersihan lingkungan secara rutin. Pemkot Pekalongan juga memperkuat deteksi dini penyakit menular sebagai bagian dari pencegahan dan pengendalian kesehatan masyarakat (Sumber 1).
Mengapa Pencegahan DBD Perlu Diperkuat?
DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk, terutama Aedes aegypti. Nyamuk ini dapat berkembang biak di genangan air sekitar rumah, sekolah, tempat kerja, dan ruang publik.
Kaleng, botol, tatakan pot, ember, ban, mainan, serta barang bekas dapat menampung air hujan dan menjadi tempat nyamuk bertelur. Membunuh nyamuk dewasa saja tidak cukup apabila telur dan jentik masih berada di berbagai wadah.
Pemeriksaan lingkungan perlu dilakukan secara berkala, bukan hanya ketika sudah ada warga yang mengalami demam. Area yang perlu diperiksa antara lain:
- Bak mandi, drum, ember, dan wadah penampungan air.
- Vas bunga dan tatakan pot.
- Talang air, lubang pagar, serta sudut halaman.
- Kaleng, botol, gelas plastik, ban, dan barang bekas.
- Tempat minum hewan.
- Mainan atau peralatan rumah tangga yang ditinggalkan di luar rumah.
Area luar rumah sebaiknya diperiksa setelah hujan. Genangan yang berada di belakang bangunan, halaman, atap, atau wadah yang tertutup sebagian sering luput dari perhatian.
Pengertian PSN dan Perbedaannya dengan Pengasapan
PSN merupakan rangkaian tindakan untuk menghilangkan tempat nyamuk berkembang biak. Fokusnya bukan hanya membunuh nyamuk dewasa, melainkan memutus siklus perkembangbiakan melalui pengelolaan genangan dan kebersihan lingkungan.
Pengasapan atau fogging dapat dilakukan dalam kondisi tertentu berdasarkan penilaian petugas kesehatan. Namun, fogging bukan pengganti PSN. Pengasapan terutama mengendalikan nyamuk dewasa dan tidak menghilangkan telur atau jentik di tempat penampungan air.
Warga tidak dianjurkan melakukan pengasapan atau menggunakan bahan kimia secara mandiri tanpa petunjuk petugas kesehatan. Pencegahan jangka panjang tetap membutuhkan PSN dan langkah 3M Plus.
Langkah 3M Plus untuk Mencegah DBD
1. Menguras Tempat Penampungan Air
Bak mandi, drum, ember, dan wadah air lainnya perlu dikuras secara rutin. Pembersihan harus disertai penyikatan dinding dan dasar wadah, bukan sekadar membuang air, karena telur nyamuk dapat menempel pada permukaan.
Wadah yang jarang digunakan tetap perlu diperiksa. Jika tidak digunakan, kosongkan dan simpan dalam posisi terbalik atau terlindung dari hujan.
2. Menutup Wadah Air
Tempat penampungan air yang masih digunakan harus ditutup rapat. Penutup perlu dipastikan tidak menyisakan celah yang memungkinkan nyamuk masuk. Wadah juga harus ditutup kembali setelah air diambil.
3. Mendaur Ulang atau Menyingkirkan Barang Bekas
Kaleng, botol, ban, gelas plastik, dan wadah bekas yang dapat menampung air perlu dibuang melalui pengelolaan sampah yang tepat atau didaur ulang. Barang yang masih digunakan sebaiknya disimpan di tempat kering dan terlindung.
Tindakan Plus
Tindakan tambahan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk meliputi:
- Menggunakan kelambu, terutama untuk bayi dan orang yang beristirahat pada siang hari.
- Mengenakan pakaian yang menutupi sebagian besar tubuh.
- Menggunakan losion antinyamuk sesuai petunjuk pada label.
- Memasang kawat kasa pada ventilasi atau jendela jika memungkinkan.
- Menjaga sirkulasi udara dan pencahayaan ruangan.
- Mengurangi tumpukan barang di sudut gelap dan lembap.
Peran Pemerintah dan Masyarakat
Pemkot Pekalongan menempatkan PSN sebagai langkah pencegahan untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD (Sumber 1). Penguatan program dapat dilakukan melalui edukasi, koordinasi lintas sektor, pemantauan lingkungan, dan dukungan bagi fasilitas kesehatan.
Fasilitas kesehatan berperan memberikan informasi mengenai gejala DBD, pemeriksaan, dan tindakan yang perlu dilakukan ketika seseorang mengalami demam. Pemkot Pekalongan juga disebut mengintensifkan deteksi dini sebagai bagian dari pencegahan dan pengendalian kesehatan masyarakat (Sumber 5).
Pengurus RT, RW, dan kelurahan dapat mendorong pemeriksaan berkala, membersihkan saluran air, serta melaporkan genangan yang tidak dapat ditangani satu keluarga. Sekolah, tempat kerja, dan fasilitas umum perlu memeriksa toilet, halaman, pot tanaman, saluran air, tempat sampah, dan wadah lain yang dapat menampung air.
Cara Memeriksa Jentik di Rumah
Periksa seluruh wadah terbuka di dalam dan luar rumah, termasuk tatakan pot, talang air, lubang pagar, mainan, serta barang bekas. Pemeriksaan dapat dilakukan setelah hujan dan diulang secara berkala.
Jentik dapat terlihat bergerak di permukaan atau dasar air. Air yang jernih tetap dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Warna dan bau air tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan.
Jika menemukan jentik, kosongkan wadah dan bersihkan permukaannya dengan menyikat. Catat lokasi yang berulang kali menjadi sumber genangan dan laporkan masalah yang tidak dapat ditangani sendiri kepada pengurus lingkungan atau petugas terkait.
Gejala DBD yang Perlu Diwaspadai
Gejala DBD dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan yang perlu diperhatikan meliputi:
- Demam tinggi yang muncul mendadak.
- Sakit kepala.
- Nyeri otot dan sendi.
- Nyeri di belakang mata.
- Mual atau muntah.
- Ruam pada kulit.
- Rasa lemah atau tidak nyaman.
Tanda bahaya yang memerlukan pertolongan medis segera antara lain muntah berulang, nyeri perut hebat, perdarahan dari hidung atau gusi, muntah darah, buang air besar berdarah, lemas berat, gelisah, mengantuk berlebihan, tangan dan kaki dingin, serta berkurangnya buang air kecil.
Masyarakat tidak perlu menunggu munculnya perdarahan untuk mencari pertolongan. Orang yang mengalami demam dan gejala yang mengarah pada DBD perlu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Tindakan Saat Ada Warga Mengalami Demam
Segera hubungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian. Sampaikan lama demam, gejala lain, obat yang telah diminum, dan riwayat kesehatan. Demam dapat disebabkan oleh berbagai penyakit sehingga diagnosis tidak boleh dilakukan sendiri.
Lindungi orang yang sedang demam dari gigitan nyamuk dengan kelambu atau perlindungan lain. Langkah ini membantu mencegah nyamuk menggigit orang yang sakit lalu menularkan virus kepada orang lain. Ikuti arahan tenaga kesehatan, jaga asupan cairan apabila tidak ada larangan medis, dan kembali ke fasilitas kesehatan jika kondisi memburuk.
Kesimpulan
Pemkot Pekalongan menggiatkan PSN untuk mencegah peningkatan kasus DBD. Upaya ini berfokus pada penghilangan tempat berkembang biak nyamuk melalui pengurasan, penutupan tempat penampungan air, pengelolaan barang bekas, dan tindakan perlindungan tambahan.
Pengendalian DBD tidak cukup mengandalkan fogging atau tindakan pemerintah. Rumah tangga dan komunitas perlu memeriksa lingkungan secara rutin, termasuk tempat kecil yang dapat menampung air. Deteksi gejala dan pemeriksaan medis sejak awal juga penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih berat.
Mulailah dari rumah, lalu lanjutkan melalui kerja sama dengan keluarga, tetangga, pengurus lingkungan, pemerintah, dan petugas kesehatan.