Power Bank Terbakar di Pesawat: Risiko dan Aturan Keselamatan

Power Bank Terbakar di Kabin, Pesawat Dapat Putar Balik

Insiden power bank terbakar di pesawat mengingatkan penumpang bahwa baterai berukuran kecil dapat menimbulkan keadaan darurat serius. Ketika baterai litium mengalami kerusakan, perangkat dapat menghasilkan panas, asap, gas, atau api dalam waktu singkat.

Informasi yang tersedia menyebutkan power bank terbakar di kabin pesawat dan menyebabkan seorang penumpang mengalami sesak napas. Informasi tersebut dilaporkan pada 2 Oktober 2026 oleh ntvnews.id berdasarkan rangkuman sumber yang tersedia Source 1.

Namun, sumber tersebut belum memuat detail lengkap mengenai maskapai, nomor penerbangan, rute, lokasi kejadian, maupun keputusan pesawat untuk putar balik. Klaim bahwa pesawat kembali setelah terbang selama 5,5 jam masih memerlukan konfirmasi dari laporan utama, maskapai, otoritas penerbangan, atau dokumen resmi.

Pesawat dapat kembali ke bandara keberangkatan atau mendarat di bandara alternatif apabila api dan asap di kabin menimbulkan risiko. Keputusan tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan dan tidak otomatis berarti pesawat mengalami kerusakan besar atau kegagalan mesin.

Kronologi yang Telah Diketahui

Informasi yang tersedia menyebutkan sebuah power bank terbakar di kabin pesawat. Api dan asap mengganggu penerbangan serta menyebabkan seorang penumpang mengalami sesak napas Source 1.

Asap di kabin menjadi ancaman karena ruang pesawat tertutup dan dipenuhi penumpang. Asap dapat mengganggu pernapasan, mengurangi jarak pandang, memicu kepanikan, serta memaksa awak kabin menjalankan prosedur darurat.

Sumber yang tersedia belum menjelaskan jenis power bank, kapasitas baterai, lokasi perangkat, penyebab kebakaran, tindakan awak kabin, jumlah penumpang yang terdampak, tingkat cedera, atau kerusakan kabin.

Topik insiden menyebutkan pesawat putar balik setelah terbang selama 5,5 jam. Detail tersebut belum didukung sumber faktual yang lengkap. Belum ada konfirmasi mengenai nomor penerbangan, maskapai, rute, tujuan, lokasi pesawat saat kejadian, maupun bandara tempat pesawat akhirnya mendarat.

Dalam situasi seperti ini, keputusan operasional dapat mencakup:

  • kembali ke bandara keberangkatan;
  • mendarat di bandara alternatif;
  • melanjutkan penerbangan setelah api benar-benar terkendali;
  • mengalihkan pesawat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Keputusan akhir berada pada kapten setelah mempertimbangkan laporan awak kabin, kondisi pesawat, cuaca, bahan bakar, serta kesiapan bandara tujuan atau bandara alternatif. Durasi penerbangan yang telah ditempuh tidak menentukan apakah pesawat harus melanjutkan perjalanan.

Mengapa Power Bank Dapat Terbakar?

Sebagian besar power bank menggunakan baterai litium-ion atau jenis baterai litium lain. Teknologi ini menyimpan energi besar dalam bentuk ringkas, tetapi memerlukan sel, rangkaian pengaman, casing, kabel, dan pengisi daya yang berfungsi baik.

Kerusakan pada salah satu komponen dapat meningkatkan risiko panas berlebih atau korsleting. Istilah “meledak” dalam pemberitaan dapat merujuk pada pecahnya casing, keluarnya gas, atau munculnya api secara cepat. Penyebab teknis hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan perangkat.

Pelarian Panas

Kebakaran baterai litium dapat berkaitan dengan pelarian panas, yaitu peningkatan suhu yang memicu reaksi berantai di dalam sel baterai:

  1. Sel mengalami kerusakan, tekanan, cacat produksi, atau korsleting.
  2. Suhu internal meningkat.
  3. Reaksi kimia menghasilkan panas tambahan.
  4. Elektrolit menghasilkan gas dan dapat terbakar.
  5. Sel mengeluarkan asap, api, atau pecahan panas.
  6. Panas menyebar ke sel lain atau benda di sekitarnya.

Power bank dapat terlihat normal, lalu mendadak menjadi sangat panas. Penumpang harus segera melaporkan perangkat yang panas, berbau kimia, mendesis, menggembung, atau mengeluarkan asap.

Penyebab yang Meningkatkan Risiko

  • perangkat terjatuh atau terbentur;
  • casing tertekan atau tertusuk;
  • baterai mengalami cacat produksi;
  • kabel atau adaptor tidak sesuai;
  • rangkaian pengaman tidak berfungsi;
  • produk palsu atau tidak memenuhi standar;
  • baterai sudah tua;
  • perangkat terpapar panas tinggi;
  • terminal menyentuh kunci, koin, atau benda logam;
  • perangkat tetap digunakan meskipun menggembung atau retak.

Hindari power bank dengan kapasitas tidak jelas, label tidak konsisten, atau harga yang tidak wajar. Label kapasitas bukan satu-satunya penentu keamanan karena kondisi fisik dan kualitas sel baterai juga berpengaruh.

Mengapa Pesawat Dapat Putar Balik?

Api dan asap di kabin diperlakukan serius meskipun sumbernya hanya perangkat kecil. Awak kabin harus memastikan api padam, perangkat tidak kembali menyala, asap berkurang, dan penumpang tetap dapat bernapas.

Kebakaran di dekat kursi dapat merusak pelapis, karpet, bagasi, kabel, atau panel kabin. Jika api menyebar, penanganannya menjadi lebih sulit. Karena itu, kapten dapat memilih putar balik atau mengalihkan pendaratan sebagai langkah pencegahan.

Bandara terdekat belum tentu menjadi pilihan terbaik. Pertimbangan dapat mencakup posisi pesawat, sisa bahan bakar, cuaca, kondisi landasan, jenis pesawat, kesiapan pemadam kebakaran, fasilitas medis, serta kemampuan bandara menangani penerbangan terkait.

Api baterai litium juga dapat muncul kembali setelah terlihat padam karena sel masih menyimpan panas. Awak kabin perlu mengisolasi dan mendinginkan perangkat sesuai prosedur maskapai. Penumpang tidak boleh menyembunyikan power bank di bawah kursi, memasukkannya ke tas, atau membawanya ke toilet ketika mulai panas.

Tindakan Awak Kabin

Awak kabin akan berusaha menemukan sumber asap, memindahkan penumpang di sekitar, dan menggunakan perlengkapan sesuai prosedur. Perangkat yang terbakar tidak boleh disentuh sembarangan karena permukaannya dapat sangat panas.

Setelah api tampak padam, perangkat tetap perlu dipantau. Awak kabin juga dapat mengatur ventilasi dan meminta penumpang yang mengalami gangguan pernapasan untuk segera melapor.

Penumpang tidak boleh membuka bagasi kabin lain untuk mencari sumber asap. Tindakan tersebut dapat memperburuk keadaan dan mengganggu pekerjaan awak pesawat. Setelah mendarat, maskapai dapat memeriksa kabin, mencatat kejadian, mengamankan perangkat, dan menyediakan pemeriksaan medis.

Aturan Umum Membawa Power Bank

Bawa di Kabin

Power bank umumnya diperlakukan sebagai baterai cadangan dan harus dibawa di bagasi kabin, bukan bagasi tercatat. Baterai cadangan perlu berada di kabin agar awak pesawat dapat segera melihat dan menangani asap atau panas.

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat menjelaskan bahwa baterai litium cadangan harus dibawa dalam bagasi kabin dan terminalnya harus dilindungi dari korsleting Source 2.

Simpan power bank di tempat yang mudah dijangkau, tetapi tidak di bawah barang berat. Jangan memasukkannya ke kantong yang berisi kunci, koin, atau benda logam.

Lindungi Terminal dan Periksa Kondisi

Power bank dapat disimpan dalam kantong terpisah, wadah pelindung, atau kemasan asli. Jangan membawa power bank yang casing-nya retak, baterainya menggembung, mengeluarkan bau kimia, bocor, mendesis, terlalu panas, atau memiliki port rusak.

Perhatikan Kapasitas dan Kebijakan Maskapai

Maskapai dapat menetapkan batas kapasitas dalam satuan watt-jam. Batas yang umum digunakan membedakan baterai hingga 100 watt-jam dan baterai berkapasitas lebih besar yang mungkin memerlukan persetujuan maskapai. Ketentuan dapat berbeda, sehingga periksa situs maskapai sebelum berangkat.

Jika kapasitas hanya tertulis dalam miliampere-jam, gunakan rumus berikut:

Watt-jam = miliampere-jam × volt ÷ 1.000

Contoh: power bank 20.000 miliampere-jam dengan tegangan nominal 3,7 volt memiliki energi sekitar 74 watt-jam. Angka tersebut tetap harus dibandingkan dengan informasi resmi pada label dan kebijakan maskapai.

Sebagian maskapai melarang penggunaan atau pengisian power bank selama penerbangan. Ikuti pengumuman awak kabin. Jangan meninggalkan power bank yang sedang digunakan tanpa pengawasan dan jangan menyambungkan perangkat yang panas, rusak, atau berbau aneh ke sumber listrik pesawat.

Pemeriksaan Sebelum Berangkat

Periksa apakah power bank:

  • menggembung atau berubah bentuk;
  • memiliki retakan;
  • mengeluarkan bau kimia;
  • terlalu panas;
  • mendesis;
  • mengeluarkan asap atau cairan;
  • mengalami penurunan daya yang tidak wajar;
  • memiliki port pengisian longgar;
  • memiliki produsen atau kapasitas yang tidak jelas.

Jika menemukan salah satu tanda tersebut, jangan gunakan atau bawa perangkat ke pesawat. Simpan sementara di tempat aman yang jauh dari panas dan benda mudah terbakar, lalu serahkan kepada fasilitas pengelolaan baterai yang sesuai. Jangan membuang baterai litium rusak ke tempat sampah biasa.

Pilih produk dari produsen tepercaya. Periksa kapasitas, tegangan, petunjuk penggunaan, serta sertifikasi keselamatan yang relevan. Gunakan kabel dan adaptor sesuai spesifikasi perangkat.

Jika Power Bank Mulai Panas di Pesawat

  1. Segera beri tahu awak kabin.
  2. Hentikan penggunaan jika dapat dilakukan tanpa menyentuh bagian berbahaya.
  3. Jangan memasukkan perangkat ke tas atau kantong tertutup.
  4. Jangan menggenggam perangkat yang mengeluarkan asap atau api.
  5. Jauhkan benda mudah terbakar jika diperintahkan awak kabin.
  6. Ikuti instruksi untuk berpindah tempat.
  7. Jangan mengambil kembali perangkat setelah diamankan.

Jangan menyiram perangkat dengan cairan tanpa mengikuti instruksi awak kabin. Jangan membawa power bank ke toilet, membuka casing, mencabut baterai, atau mencoba memperbaikinya di dalam pesawat. Mengambil video ketika api atau asap menyebar juga dapat menghambat penanganan. Laporkan keadaan terlebih dahulu.

Kesimpulan

Ukuran perangkat tidak menentukan tingkat risikonya. Power bank kecil tetap menyimpan energi yang cukup untuk menimbulkan panas, asap, dan api di ruang tertutup.

Penumpang perlu membedakan fakta resmi dari klaim yang belum terverifikasi. Informasi mengenai penerbangan selama 5,5 jam, identitas maskapai, rute, nomor penerbangan, serta alasan spesifik putar balik masih memerlukan konfirmasi.

Keselamatan lebih penting daripada melanjutkan penerbangan. Penumpang dapat mengurangi risiko dengan membawa power bank di kabin, melindungi terminal, memeriksa kondisi baterai, mematuhi batas kapasitas, mengikuti kebijakan maskapai, dan segera melapor ketika perangkat panas atau mengeluarkan asap.

Tanya Jawab

Apakah power bank boleh dibawa ke pesawat?

Umumnya boleh. Power bank harus dibawa di kabin, bukan bagasi tercatat, serta memenuhi batas kapasitas dan kebijakan maskapai.

Mengapa power bank tidak boleh dimasukkan ke bagasi tercatat?

Jika baterai terbakar di bagasi tercatat, api lebih sulit dideteksi dan ditangani. Di kabin, awak pesawat dapat segera melihat asap atau panas.

Apa yang harus dilakukan jika power bank panas saat penerbangan?

Segera beri tahu awak kabin. Jangan memasukkannya ke tas, membongkar perangkat, atau mencoba memadamkan api tanpa mengikuti instruksi awak pesawat.

Apakah power bank menggembung masih aman digunakan?

Tidak. Baterai menggembung menunjukkan kerusakan dan berisiko mengalami kebocoran, panas berlebih, atau kebakaran. Hentikan penggunaan dan serahkan kepada fasilitas pengelolaan baterai yang sesuai.

Mengapa pesawat dapat putar balik setelah terbang beberapa jam?

Kapten dapat memutuskan kembali atau mendarat di bandara lain berdasarkan kondisi kabin, risiko api dan asap, kesiapan bandara, cuaca, bahan bakar, serta prosedur keselamatan.

Apakah semua power bank berbahaya di pesawat?

Tidak. Power bank yang berkualitas, tidak rusak, disimpan dengan benar, dan digunakan sesuai aturan tidak otomatis berbahaya. Risiko meningkat jika baterai rusak, produk tidak memenuhi standar, terminal terkena benda logam, atau perangkat terpapar panas berlebih.