WhatsApp Rilis Parental Control untuk Akun Anak

WhatsApp memperkenalkan akun khusus anak yang dilengkapi fitur parental control atau pengawasan orang tua. Fitur ini ditujukan untuk membantu orang tua mendampingi penggunaan WhatsApp oleh anak, terutama dalam aspek keamanan dan interaksi digital.

Informasi tersebut diberitakan Haibunda pada 13 Maret 2026. Namun, sumber yang tersedia belum menjelaskan mekanisme pengawasan, cakupan kontrol, perangkat yang kompatibel, maupun wilayah peluncuran fitur secara rinci.

WhatsApp mulai memperkenalkan akun khusus anak dengan dukungan parental control. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan keamanan anak saat menggunakan aplikasi, tetapi detail pengaturannya belum dijelaskan secara lengkap.

Apa Itu Parental Control WhatsApp?

Parental control WhatsApp adalah fitur yang membantu orang tua mengawasi dan mengatur penggunaan aplikasi oleh anak. Pengawasan ini dapat berkaitan dengan keamanan akun, interaksi dengan pengguna lain, kebiasaan penggunaan, atau pengaturan privasi.

Fitur semacam ini dapat membantu keluarga memberikan akses komunikasi digital kepada anak dengan pendampingan yang lebih terarah. WhatsApp dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga, sekolah, dan teman, tetapi anak juga dapat menghadapi risiko seperti penipuan, perundungan siber, tautan berbahaya, serta kontak dari orang tidak dikenal.

Istilah “mengawasi” tidak otomatis berarti orang tua memperoleh akses penuh terhadap akun anak. Belum ada informasi terkonfirmasi bahwa fitur ini memungkinkan orang tua membaca semua pesan, melihat seluruh percakapan, atau memantau setiap aktivitas anak. Cakupan pengawasan masih menunggu penjelasan resmi.

Mengapa WhatsApp Memperkenalkan Akun Khusus Anak?

Akun khusus anak dapat memisahkan pengalaman pengguna di bawah umur dari akun pengguna dewasa. Dengan pemisahan tersebut, pengaturan keamanan dan privasi berpotensi disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Tujuan yang mungkin melatarbelakangi pengembangan fitur ini antara lain:

  • Membantu orang tua memahami penggunaan WhatsApp oleh anak.
  • Mendukung pengaturan keamanan yang sesuai dengan usia.
  • Mengurangi risiko kontak atau interaksi yang tidak diinginkan.
  • Memberikan lapisan perlindungan tambahan selain edukasi keluarga.
  • Mendorong komunikasi terbuka mengenai perilaku aman di internet.

Tujuan tersebut masih berupa kemungkinan umum. Sumber yang tersedia hanya menyebut pengenalan akun khusus anak dan fitur pengawasan orang tua, tanpa menjelaskan rancangan teknis secara lengkap.

Fitur Pengawasan yang Diperkenalkan WhatsApp

Akun khusus anak

Sumber pemberitaan menyebut WhatsApp memperkenalkan akun khusus anak dengan dukungan parental control. Akun tersebut kemungkinan memiliki pengaturan yang berbeda dari akun biasa, terutama dalam aspek keamanan, privasi, interaksi, dan keterlibatan orang tua.

Belum ada keterangan terperinci mengenai batas usia pengguna, proses pembuatan akun, metode verifikasi usia, atau dokumen yang diperlukan. Orang tua juga tidak sebaiknya menganggap informasi yang beredar sebagai panduan aktivasi resmi.

Pemantauan penggunaan akun

Secara umum, parental control dapat membantu orang tua mengetahui atau mengatur cara anak menggunakan aplikasi. Bentuknya dapat berupa ringkasan aktivitas, pengaturan durasi, kendali kontak, atau persetujuan untuk tindakan tertentu.

Namun, sumber yang tersedia belum memastikan apakah WhatsApp menyediakan:

  • Laporan durasi penggunaan.
  • Daftar kontak yang berinteraksi dengan anak.
  • Riwayat aktivitas akun.
  • Pengaturan waktu pemakaian.
  • Persetujuan orang tua untuk fitur tertentu.
  • Pemberitahuan atas aktivitas tertentu.

Daftar tersebut merupakan aspek yang masih perlu dikonfirmasi, bukan fitur yang sudah dipastikan tersedia.

Pengaturan keamanan dan privasi

Parental control kemungkinan berkaitan dengan pengaturan privasi akun anak, seperti visibilitas foto profil, status, informasi akun, komunikasi dari kontak tidak dikenal, dan keikutsertaan dalam grup.

Meski demikian, belum ada pernyataan bahwa seluruh pengaturan tersebut termasuk dalam parental control WhatsApp. Ketersediaan dan cara kerjanya harus merujuk pada panduan resmi.

Perlindungan privasi anak tetap penting. Orang tua perlu mengetahui data yang dapat dipantau, informasi yang disimpan, dan pihak yang dapat mengaksesnya.

Persetujuan orang tua

Sistem akun khusus anak dapat melibatkan persetujuan atau keterlibatan orang tua. Namun, metode persetujuannya belum dijelaskan. Belum diketahui apakah proses tersebut menggunakan akun orang tua, nomor telepon, verifikasi usia, dokumen identitas, atau metode lain.

Hindari layanan pihak ketiga yang mengklaim dapat mengaktifkan parental control WhatsApp dengan meminta kata sandi, kode verifikasi, atau data pribadi.

Cara Kerja Parental Control WhatsApp

Secara konsep, fitur pengawasan biasanya menghubungkan akun pengelola dengan akun anak. Hubungan tersebut memungkinkan orang tua mengatur atau melihat informasi tertentu sesuai batas yang ditetapkan layanan.

WhatsApp belum memberikan detail yang cukup mengenai bentuk hubungan antara akun orang tua dan akun anak. Belum diketahui apakah pengawasan dilakukan melalui akun terpisah, pusat pengaturan tertentu, atau mekanisme lain.

Karena mekanismenya belum dikonfirmasi, belum ada langkah resmi yang dapat digunakan sebagai panduan lengkap. Artikel atau video yang mengklaim memiliki cara aktivasi pasti perlu diperiksa sumbernya sebelum diikuti.

Hal yang perlu dipastikan

Sebelum mengaktifkan parental control, orang tua perlu mencari jawaban atas pertanyaan berikut:

  1. Apakah fitur sudah tersedia di Indonesia?
  2. Versi WhatsApp apa yang mendukung fitur tersebut?
  3. Sistem operasi apa yang kompatibel?
  4. Berapa batas usia untuk akun anak?
  5. Apa saja persyaratan persetujuan orang tua?
  6. Jenis informasi apa yang dapat dilihat orang tua?
  7. Apakah anak menerima pemberitahuan saat pengawasan dilakukan?
  8. Bagaimana cara memutuskan hubungan akun orang tua dan akun anak?
  9. Data apa yang dikumpulkan dan berapa lama disimpan?
  10. Apakah pengaturan dapat diubah ketika anak bertambah usia?

Orang tua perlu membaca halaman bantuan, kebijakan privasi, dan pengumuman resmi WhatsApp sebelum menggunakan fitur.

Parental control bukan alat penyadapan

Parental control seharusnya digunakan sebagai alat perlindungan dan pendampingan, bukan sarana pengintaian tanpa batas. Orang tua perlu menjelaskan tujuan pengawasan kepada anak dengan bahasa yang sesuai usia.

Jika fitur memberikan akses terhadap informasi tertentu, batas akses tersebut perlu dibicarakan sejak awal. Orang tua harus menjelaskan informasi yang dapat dilihat, alasan informasi itu diperlukan, dan waktu peninjauan ulang pengaturan.

Manfaat bagi Orang Tua dan Anak

Parental control dapat membantu orang tua memahami pola penggunaan aplikasi secara lebih terarah jika WhatsApp menyediakan informasi tersebut. Data penggunaan dapat menjadi bahan diskusi mengenai kebiasaan komunikasi, privasi, dan keamanan daring.

Akun khusus anak juga dapat menjadi sarana untuk mengajarkan kebiasaan digital yang aman, termasuk menghadapi:

  • Penipuan daring.
  • Tautan berbahaya.
  • Permintaan informasi pribadi.
  • Perundungan siber.
  • Kontak dari orang tidak dikenal.
  • Penyebaran foto atau video tanpa izin.
  • Pemalsuan identitas.
  • Tekanan untuk merahasiakan percakapan dari orang tua.

Anak perlu mengetahui cara menghentikan percakapan yang membuat tidak nyaman, memblokir akun, dan melaporkan perilaku yang mengganggu. Fitur teknis hanya menjadi salah satu lapisan perlindungan. Edukasi, kepercayaan, dan kebiasaan melapor tetap penting.

Jika WhatsApp nantinya menyediakan pengaturan waktu, kontak, atau aktivitas, fitur tersebut dapat membantu keluarga membuat batasan yang lebih jelas. Namun, ketersediaan aspek tersebut belum dikonfirmasi.

Batasan dan Kekhawatiran

Informasi yang tersedia baru mengonfirmasi pengenalan parental control dan akun khusus anak. Mekanisme aktivasi, jenis pengawasan, perangkat yang kompatibel, serta jangkauan kontrol belum dijelaskan secara lengkap.

Belum dapat dipastikan apakah fitur telah diluncurkan secara luas, masih terbatas pada wilayah tertentu, atau baru diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan produk. Karena itu, pembaca perlu berhati-hati terhadap klaim bahwa fitur sudah aktif bagi semua pengguna.

Keamanan juga tidak boleh menghilangkan hak anak atas privasi. Sebelum mengaktifkan fitur, periksa kebijakan privasi dan ketentuan resmi WhatsApp. Jangan memberikan data tambahan kepada situs atau aplikasi yang tidak memiliki hubungan resmi dengan WhatsApp.

Parental control bukan pengganti komunikasi. Orang tua tetap perlu membahas pengalaman anak saat menggunakan WhatsApp, termasuk siapa yang boleh menghubungi anak, tindakan saat menerima pesan mencurigakan, informasi yang tidak boleh dibagikan, dan pihak yang dapat dimintai bantuan.

Tips Menyiapkan Akun WhatsApp Anak

Buat aturan penggunaan bersama

Bahas waktu pemakaian, jenis kontak yang boleh menerima pesan, serta tindakan ketika anak menemukan pesan atau konten yang mengganggu. Aturan perlu ditinjau ulang sesuai usia dan tingkat kemandirian anak.

Periksa pengaturan privasi

Tinjau siapa yang dapat melihat foto profil, status, dan informasi akun. Batasi komunikasi dari kontak yang tidak dikenal jika pilihan tersebut tersedia. Periksa pula izin aplikasi dan perangkat yang terhubung.

Ajarkan cara melaporkan dan memblokir

Anak perlu mengetahui cara memblokir akun yang mengganggu dan melaporkan perilaku yang melanggar aturan. Jika terjadi ancaman, penipuan, atau perundungan, minta anak menyimpan bukti yang relevan.

Tekankan bahwa anak dapat bercerita tanpa takut langsung dihukum. Respons orang tua yang tenang membantu anak lebih cepat melaporkan masalah.

Verifikasi informasi dari sumber resmi

Periksa pengumuman WhatsApp atau Meta serta halaman bantuan resmi. Hindari aplikasi pengawasan pihak ketiga yang meminta kata sandi, kode verifikasi, atau akses berlebihan terhadap perangkat.

Kode verifikasi WhatsApp tidak boleh dibagikan kepada siapa pun karena dapat digunakan untuk mengambil alih akun.

Apakah Parental Control Sudah Bisa Digunakan?

Sumber yang tersedia menyebut pengenalan fitur, tetapi tidak memberikan rincian distribusi atau ketersediaan regional. Karena itu, belum dapat disimpulkan bahwa parental control sudah aktif bagi seluruh pengguna di Indonesia.

Orang tua dapat memeriksa pembaruan WhatsApp dan halaman bantuan resmi untuk mengetahui status terbaru. Jika fitur belum muncul, peluncuran mungkin dilakukan secara bertahap atau terbatas pada wilayah tertentu.

Jangan menggunakan aplikasi tidak resmi yang mengklaim dapat mengaktifkan parental control. Aplikasi tersebut dapat meminta akses ke akun, kode verifikasi, atau data pribadi anak dan orang tua.

Fakta dan Informasi yang Belum Dikonfirmasi

InformasiStatus
WhatsApp memperkenalkan parental controlDisebutkan dalam sumber
WhatsApp menyediakan akun khusus anakDisebutkan dalam sumber Haibunda
Orang tua dapat mengawasi akun anakDisebutkan dalam sumber
Orang tua dapat membaca semua pesan anakBelum dikonfirmasi
Tersedia laporan durasi penggunaanBelum dikonfirmasi
Ada batas usia tertentuBelum dikonfirmasi
Fitur tersedia untuk semua pengguna di IndonesiaBelum dikonfirmasi
Metode persetujuan orang tuaBelum dikonfirmasi
Sistem operasi yang kompatibelBelum dikonfirmasi
Cara aktivasi fiturBelum dikonfirmasi

Kesimpulan

WhatsApp memperkenalkan akun khusus anak dengan dukungan parental control untuk membantu orang tua mendampingi penggunaan aplikasi. Informasi ini diberitakan Haibunda pada 13 Maret 2026.

Fitur ini berpotensi meningkatkan keamanan anak saat berkomunikasi melalui WhatsApp. Namun, cara kerja, batas pengawasan, metode persetujuan, perlindungan privasi, dan ketersediaannya belum dijelaskan sepenuhnya.

Orang tua sebaiknya menunggu dokumentasi resmi, memeriksa pengaturan privasi, dan membicarakan aturan penggunaan bersama anak. Parental control akan lebih efektif jika digunakan bersama edukasi keamanan digital dan komunikasi terbuka.

FAQ

Apa itu parental control WhatsApp?

Parental control WhatsApp adalah fitur pengawasan orang tua yang diperkenalkan untuk mendukung penggunaan akun WhatsApp oleh anak. Sumber yang tersedia menyebut adanya akun khusus anak, tetapi belum menjelaskan seluruh mekanisme kontrolnya.

Apakah orang tua bisa membaca semua pesan WhatsApp anak?

Belum ada informasi terkonfirmasi bahwa orang tua dapat membaca semua pesan anak. Parental control tidak otomatis berarti orang tua memperoleh akses penuh terhadap seluruh isi akun.

Apakah akun khusus anak sudah tersedia di Indonesia?

Ketersediaannya di Indonesia belum dijelaskan secara pasti. Pengguna perlu memeriksa pembaruan aplikasi dan pengumuman resmi WhatsApp.

Bagaimana cara mengaktifkan parental control WhatsApp?

Cara aktivasi belum dapat dipastikan karena WhatsApp belum menjelaskan langkah teknisnya dalam sumber yang dirangkum. Hindari panduan dari aplikasi atau situs tidak resmi yang meminta kode verifikasi.

Apakah fitur ini menjamin anak aman saat menggunakan WhatsApp?

Tidak. Parental control dapat membantu pengawasan, tetapi tidak menjamin anak terbebas dari penipuan, perundungan, kontak berbahaya, atau risiko privasi. Pendampingan dan edukasi orang tua tetap diperlukan.

Apa yang harus dilakukan sebelum mengaktifkan fitur?

Orang tua perlu memahami jenis data yang dapat dipantau, menyepakati aturan penggunaan bersama anak, memeriksa pengaturan privasi, dan membaca kebijakan resmi WhatsApp.

Sumber 1