BEI Hapus Batas Rp50 dan FCA pada 28 September 2026
Bursa Efek Indonesia (BEI) diberitakan menerapkan dua perubahan penting dalam perdagangan saham pada 28 September 2026, yaitu penghapusan batas bawah harga saham Rp50 dan penghapusan status Full Call Auction (FCA) pada sejumlah saham.
Kedua kebijakan tersebut memiliki ruang lingkup berbeda. Penghapusan batas Rp50 berkaitan dengan harga minimum saham, sedangkan penghapusan FCA berkaitan dengan mekanisme pencocokan order dan pola perdagangan tertentu.
Perubahan ini berlangsung berdekatan dengan rencana dimulainya perdagangan short selling pada 1 Oktober 2026. Investor perlu memahami bahwa penghapusan batas harga, penghapusan FCA, dan penerapan short selling merupakan kebijakan yang berbeda.
Informasi mengenai penghapusan batas bawah harga saham diberitakan Emitennews.com pada 18 September 2026. Dalam laporan tersebut, BEI disebut akan menghapus batas bawah harga Rp50 sekaligus menghapus mekanisme FCA pada 28 September 2026. Sumber 1
Penghapusan Batas Bawah Harga Saham Rp50
Arti Penghapusan Batas Harga Rp50
Rp50 selama ini dikenal sebagai batas bawah harga saham dalam perdagangan di BEI. Berdasarkan ketentuan sebelumnya, saham di pasar reguler tidak dapat diperdagangkan di bawah level tersebut.
Setelah perubahan kebijakan, harga minimum saham disebut dapat turun hingga Rp1. Perubahan ini tidak berarti semua saham otomatis diperdagangkan pada harga Rp1. Harga aktual tetap terbentuk berdasarkan permintaan dan penawaran di pasar.
Investor perlu membedakan harga minimum yang diperbolehkan dari harga pasar yang terbentuk. Ketika batas minimum diturunkan, saham memiliki ruang untuk diperdagangkan pada harga yang lebih rendah. Namun, transaksi pada level tersebut hanya terjadi apabila terdapat tekanan jual, minat beli, dan antrean order yang sesuai.
Informasi mengenai penurunan batas harga minimum menjadi Rp1 diberitakan Demokratis.co.id. Sumber tersebut menyebut perubahan itu berpotensi memengaruhi ketentuan perdagangan saham di BEI. Sumber 2
Harga Minimum Saham Turun Menjadi Rp1
Perubahan dari Rp50 menjadi Rp1 memperluas rentang harga nominal saham berharga rendah. Saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 dapat menyesuaikan harga apabila tekanan jual berlanjut dan terdapat order yang cocok pada harga lebih rendah.
Sebagai contoh, pembelian 10.000 saham pada harga Rp1 memiliki nilai nominal Rp10.000, belum termasuk biaya transaksi dan ketentuan perusahaan sekuritas. Jumlah saham yang besar tidak otomatis berarti nilai investasi besar atau risikonya rendah.
Harga per lembar juga bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan apakah saham tergolong murah. Saham berharga Rp1 dapat memiliki risiko lebih tinggi daripada saham dengan harga nominal lebih besar. Penilaian perlu mempertimbangkan kinerja keuangan, prospek bisnis, struktur utang, likuiditas, dan tata kelola emiten.
Perubahan batas minimum hanya memberi ruang bagi pembentukan harga pada level lebih rendah. Kebijakan ini tidak menjamin kenaikan harga, pemulihan kinerja perusahaan, atau keuntungan investor.
Penghapusan Mekanisme FCA pada 28 September
Pengertian Full Call Auction atau FCA
Full Call Auction atau FCA merupakan mekanisme perdagangan yang menggunakan proses lelang untuk membentuk dan mencocokkan harga pada sesi atau ketentuan tertentu. Mekanisme ini berbeda dari perdagangan reguler yang mencocokkan order beli dan jual secara berkelanjutan selama sesi perdagangan.
Pada saham berstatus FCA, investor perlu memperhatikan jadwal lelang, pembentukan harga, waktu pencocokan transaksi, dan ketentuan order. Pola antrean serta waktu eksekusi dapat berbeda dari saham yang diperdagangkan melalui mekanisme reguler.
Status FCA juga berkaitan dengan likuiditas, transparansi pembentukan harga, dan peluang order untuk terlaksana. Investor yang tidak memahami mekanismenya dapat keliru memperkirakan waktu transaksi atau menganggap order akan langsung tercocokkan.
Status FCA Dihapus pada Puluhan Saham
BEI disebut menghapus status FCA pada puluhan saham. Saham yang sebelumnya dikenai mekanisme FCA akan mengalami perubahan ketentuan perdagangan sesuai pengaturan baru BEI.
Daftar saham terdampak perlu diperiksa melalui pengumuman resmi bursa. Materi yang tersedia tidak mencantumkan daftar lengkap, sehingga investor sebaiknya tidak mengandalkan daftar tidak resmi atau unggahan media sosial.
Penghapusan FCA hanya mengubah status atau mekanisme perdagangan. Kebijakan tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa fundamental emiten membaik dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Informasi mengenai penghapusan status FCA pada puluhan saham dan batalnya rencana penundaan evaluasi diberitakan dalam laporan terkait kebijakan BEI. Sumber 3
Rencana Penundaan Evaluasi Tidak Dilanjutkan
Sumber pemberitaan menyebut rencana penundaan evaluasi oleh Direktur Utama BEI batal dilakukan. Dengan demikian, penghapusan status FCA diberitakan tetap berlaku pada 28 September 2026.
Informasi tersebut perlu dibedakan dari evaluasi kebijakan FCA secara keseluruhan. Penghapusan status pada saham tertentu bukan berarti seluruh pembahasan mengenai mekanisme FCA berhenti. Perubahan mekanisme perdagangan juga tidak sama dengan perubahan kinerja atau fundamental perusahaan.
Investor perlu memeriksa ketentuan terbaru karena status saham dapat dipengaruhi oleh evaluasi, suspensi, notasi khusus, atau pengumuman bursa lainnya.
Perbedaan Penghapusan Batas Rp50 dan FCA
Penghapusan Batas Rp50 Berkaitan dengan Harga
Penghapusan batas Rp50 berfokus pada harga minimum perdagangan saham. Dengan batas baru yang disebut dapat turun hingga Rp1, saham berharga rendah memiliki rentang perdagangan nominal yang lebih luas.
Dampaknya meliputi:
- Harga saham dapat bergerak di bawah Rp50.
- Ruang pembentukan harga menjadi lebih luas.
- Perubahan persentase dapat besar meskipun pergerakan nominal kecil.
- Risiko saham berharga rendah perlu dipahami lebih cermat.
Pergerakan dari Rp1 menjadi Rp2 berarti kenaikan 100%. Sebaliknya, penurunan dari Rp2 menjadi Rp1 berarti penurunan 50%. Harga nominal rendah dapat menghasilkan volatilitas persentase yang sangat tinggi.
Penghapusan FCA Berkaitan dengan Mekanisme Perdagangan
Penghapusan FCA berfokus pada cara order diproses dan transaksi dicocokkan. Saham yang sebelumnya menggunakan mekanisme FCA dapat kembali diperdagangkan melalui mekanisme lain sesuai ketentuan BEI.
Hal yang perlu diperhatikan investor meliputi:
- Perubahan waktu pencocokan order.
- Perubahan pola antrean beli dan jual.
- Perubahan cara harga terbentuk.
- Kemungkinan perubahan frekuensi dan nilai transaksi.
- Kebutuhan memahami jadwal sesi perdagangan terbaru.
Penghapusan FCA tidak dapat disamakan dengan kenaikan atau penurunan harga. Harga tetap dipengaruhi oleh permintaan, penawaran, sentimen pasar, dan kondisi emiten.
Kedua Kebijakan Tidak Menjamin Harga Saham Naik
Harga minimum Rp1 tidak menjamin saham naik. Penghapusan FCA juga tidak otomatis meningkatkan likuiditas. Kedua kebijakan tersebut hanya mengubah ruang dan mekanisme perdagangan.
Investor tetap perlu menilai laporan keuangan, prospek usaha, arus kas, tingkat utang, kepemilikan, keterbukaan informasi, dan risiko suspensi. Perubahan aturan bukan pengganti analisis investasi.
Dampak bagi Investor
Risiko Saham Berharga Rendah
Saham yang sebelumnya berada di sekitar Rp50 memiliki ruang harga lebih luas. Jika tekanan jual berlanjut, transaksi dapat berlangsung pada level lebih rendah selama terdapat order yang sesuai.
Namun, harga rendah tanpa likuiditas dapat menyulitkan investor menjual kembali saham pada harga yang diinginkan. Investor perlu memeriksa volume, nilai transaksi harian, frekuensi perdagangan, selisih harga beli dan jual, antrean order, riwayat suspensi, serta notasi khusus.
Investor sebaiknya tidak membeli saham hanya karena harganya di bawah Rp50. Harga murah secara nominal tidak sama dengan valuasi murah.
Perubahan Pola Pencocokan Transaksi
Saham yang tidak lagi berstatus FCA dapat mengalami perubahan waktu eksekusi, pembentukan harga, dan ketersediaan antrean. Investor perlu membaca ketentuan teknis yang berlaku untuk saham terkait.
Likuiditas juga tidak otomatis membaik setelah status FCA dihapus. Likuiditas dipengaruhi oleh jumlah pembeli dan penjual, ukuran antrean, informasi emiten, sentimen pasar, serta kepercayaan investor. Karena itu, penghapusan FCA bukan sinyal beli atau jual.
Hubungan dengan Rencana Short Selling
BEI diberitakan akan memulai perdagangan short selling pada 1 Oktober 2026. Informasi tersebut dilaporkan KabarBursa.com pada 29 September 2026. Sumber 4
Short selling merupakan strategi yang memungkinkan investor mengambil posisi berdasarkan ekspektasi penurunan harga, sesuai persyaratan yang berlaku. Strategi ini memiliki risiko lebih kompleks daripada transaksi beli biasa karena investor menghadapi kewajiban dan potensi kerugian yang perlu dikelola secara ketat.
Investor tidak boleh menyamakan penghapusan batas Rp50 atau FCA dengan izin otomatis untuk melakukan short selling. Akses tersebut dapat mensyaratkan akun khusus, daftar saham tertentu, jaminan, batas transaksi, dan ketentuan perusahaan sekuritas.
Ketiga kebijakan tersebut memiliki fokus berbeda:
- Penghapusan batas Rp50 mengatur harga minimum saham.
- Penghapusan FCA mengatur mekanisme perdagangan saham tertentu.
- Short selling mengatur strategi dan jenis transaksi yang diperbolehkan.
Tanggal penerapannya berdekatan, tetapi hal itu tidak berarti satu kebijakan menjadi penyebab langsung kebijakan lainnya.
Langkah Investor Setelah Perubahan
Investor sebaiknya:
- Membaca pengumuman BEI dan peraturan bursa.
- Memeriksa daftar saham yang tidak lagi berstatus FCA.
- Melihat status perdagangan pada aplikasi sekuritas.
- Memahami jadwal sesi dan ketentuan order.
- Memeriksa persyaratan serta daftar saham untuk short selling.
- Menilai pendapatan, laba, arus kas, utang, aksi korporasi, prospek industri, dan keterbukaan informasi emiten.
- Menghindari keputusan berdasarkan rumor, pesan grup, atau unggahan media sosial.
Perubahan aturan dapat meningkatkan perhatian terhadap saham tertentu. Investor perlu mewaspadai kenaikan harga tanpa dukungan informasi fundamental, lonjakan volume secara mendadak, serta klaim bahwa penghapusan FCA menjamin kenaikan harga.
Kesimpulan
BEI diberitakan menghapus batas bawah harga saham Rp50 pada 28 September 2026, dengan harga minimum yang disebut dapat turun hingga Rp1. Perubahan ini memperluas ruang pembentukan harga, tetapi tidak membuat semua saham otomatis turun ke Rp1 atau menjadi menarik untuk dibeli.
Pada tanggal yang sama, BEI juga disebut menghapus status FCA pada puluhan saham. Kebijakan tersebut mengubah mekanisme perdagangan dan pencocokan order, bukan fundamental emiten. Dampaknya terhadap likuiditas dan harga tetap bergantung pada minat pasar serta kondisi perusahaan.
Rencana dimulainya short selling pada 1 Oktober 2026 merupakan kebijakan berbeda. Investor perlu memahami persyaratan dan risikonya secara terpisah.
Sebelum bertransaksi, periksa pengumuman resmi BEI, status saham pada aplikasi sekuritas, ketentuan perdagangan, dan informasi perusahaan. Perubahan mekanisme dapat membuka peluang, tetapi tidak menjamin keuntungan.
Tanya Jawab
Apa yang dimaksud dengan penghapusan batas harga Rp50?
Penghapusan batas Rp50 berarti harga minimum saham tidak lagi berhenti pada Rp50. Berdasarkan informasi yang tersedia, batas minimum tersebut dapat turun menjadi Rp1. Harga aktual tetap ditentukan oleh permintaan dan penawaran.
Apakah semua saham akan turun menjadi Rp1?
Tidak. Perubahan batas minimum hanya membuka kemungkinan transaksi pada harga lebih rendah. Harga tetap bergantung pada minat beli, tekanan jual, kondisi pasar, kinerja emiten, dan likuiditas.
Apa itu FCA dalam perdagangan saham?
FCA atau Full Call Auction adalah mekanisme pembentukan dan pencocokan transaksi melalui proses lelang pada sesi atau ketentuan tertentu. Mekanismenya berbeda dari perdagangan reguler yang mencocokkan order secara berkelanjutan.
Kapan BEI menghapus status FCA?
Berdasarkan sumber yang tersedia, penghapusan status FCA diterapkan pada 28 September 2026 dan mencakup puluhan saham. Investor perlu memeriksa daftar resmi BEI untuk mengetahui saham yang terdampak.
Apakah penghapusan FCA berarti harga saham akan naik?
Tidak. Penghapusan FCA hanya mengubah status atau mekanisme perdagangan. Harga tetap dipengaruhi oleh permintaan, penawaran, likuiditas, sentimen pasar, dan kondisi fundamental emiten.
Apakah penghapusan batas Rp50 berkaitan langsung dengan short selling?
Tidak secara langsung. Penghapusan batas harga mengatur harga minimum perdagangan, sedangkan short selling mengatur strategi transaksi tertentu. Short selling diberitakan dimulai pada 1 Oktober 2026 dengan persyaratan yang harus dipenuhi investor.