Power Bank Meledak di Pesawat, Penerbangan Putar Balik
Power bank dilaporkan meledak di dalam pesawat dan membuat penerbangan kembali ke bandara setelah mengudara selama 5,5 jam. Insiden ini menunjukkan bahwa perangkat berukuran kecil dapat menimbulkan risiko serius ketika baterainya rusak atau mengalami panas berlebih.
Laporan awal belum memuat nama maskapai, nomor penerbangan, rute, jenis power bank, serta penyebab pasti insiden. Karena itu, informasi yang tersedia belum dapat dianggap sebagai kesimpulan investigasi.
Kronologi Insiden
Laporan detikTravel menyebut sebuah power bank meledak di dalam pesawat. Penerbangan tersebut kemudian dikaitkan dengan keputusan untuk kembali ke bandara setelah pesawat terbang selama 5,5 jam. Istilah “meledak” dapat merujuk pada pecahnya sel baterai, munculnya api, percikan, atau pelepasan energi akibat kerusakan internal.
Belum ada informasi terverifikasi yang menyatakan bahwa insiden disebabkan oleh cacat produksi, kesalahan penumpang, pengisian daya, atau merek tertentu. Kesimpulan tersebut harus menunggu pemeriksaan resmi.
Laporan lain menyebut power bank diduga memicu kebakaran di dalam pesawat dan menyebabkan penundaan selama tiga jam. Belum ada bukti bahwa laporan ini merupakan peristiwa yang sama dengan penerbangan yang putar balik setelah 5,5 jam.
Informasi yang belum tersedia meliputi nama maskapai, nomor penerbangan, rute, lokasi kejadian, merek dan kapasitas power bank, kondisi penumpang serta kru, penyebab teknis, dan hasil investigasi.
Mengapa Power Bank Berisiko di Pesawat?
Sebagian besar power bank menggunakan baterai litium-ion. Teknologi ini mampu menyimpan energi besar dalam perangkat kecil, tetapi kerusakan pada sel dapat memicu panas tinggi.
Pelarian Termal
Pelarian termal terjadi ketika suhu baterai meningkat secara tidak terkendali dan memicu reaksi berantai. Kondisi ini dapat menghasilkan asap, bau menyengat, percikan, api, ledakan kecil, serta kerusakan pada benda di sekitarnya.
Baterai yang tampak padam masih dapat menyimpan panas dan kembali menyala. Karena itu, insiden baterai memerlukan penanganan khusus.
Api di Kabin
Kabin pesawat merupakan ruang tertutup yang dipenuhi penumpang, kursi, bagasi, dan perangkat elektronik. Asap dapat mengganggu pernapasan serta penglihatan, sedangkan api berpotensi menyebar ke benda mudah terbakar.
Kru kabin harus mengamankan area, memberi tahu kokpit, menangani sumber panas, dan memastikan api tidak menyebar. Insiden yang tampak kecil tetap harus segera dilaporkan.
Penyebab Power Bank Terbakar atau Meledak
Power bank dapat mengalami masalah akibat:
- Kerusakan fisik karena jatuh, tertindih, tertusuk, atau terbentur.
- Korsleting akibat kontak dengan kunci, koin, klip, atau kabel yang rusak.
- Pengisi daya dan kabel yang tidak sesuai spesifikasi.
- Suhu ekstrem atau sirkulasi udara yang buruk.
- Produk palsu atau tanpa informasi teknis yang jelas.
- Baterai yang sudah menggembung atau mengalami kerusakan internal.
Jangan menggunakan power bank dengan casing retak, bentuk menggembung, permukaan berubah, port longgar, kebocoran, atau bau kimia yang tidak biasa. Jangan menekan, menusuk, membongkar, atau memperbaiki baterai sendiri.
Aturan Umum Membawa Power Bank ke Pesawat
Simpan di Bagasi Kabin
Power bank umumnya harus dibawa di bagasi kabin, bukan bagasi tercatat. Penempatan di kabin memungkinkan penumpang dan kru segera melihat tanda bahaya, seperti asap, panas, atau api.
Aturan dapat berbeda berdasarkan maskapai, negara, dan otoritas penerbangan. Periksa ketentuan terbaru sebelum berangkat, terutama untuk penerbangan internasional atau power bank berkapasitas besar.
Periksa Kapasitas dalam Watt-Jam
Maskapai biasanya menetapkan batas berdasarkan watt-jam atau Wh, bukan hanya miliampere-jam atau mAh. Rumus konversinya adalah:
Wh = (mAh × Volt) ÷ 1.000
Power bank berkapasitas 20.000 mAh dengan tegangan nominal 3,7 volt memiliki kapasitas sekitar 74 Wh:
(20.000 × 3,7) ÷ 1.000 = 74 Wh
Kapasitas yang tercetak pada perangkat dan ketentuan maskapai tetap menjadi acuan. Pastikan label dapat dibaca dan sesuai dengan aturan penerbangan.
Lindungi Terminal
Simpan power bank dalam kantong pelindung dan jauhkan dari benda logam. Jangan membawanya tanpa perlindungan di saku yang berisi kunci atau koin.
Jangan membawa perangkat yang menggembung, retak, bocor, terlalu panas, mengeluarkan bau aneh, tidak dapat mengisi daya secara normal, pernah terbakar, atau pernah mengalami korsleting.
Bolehkah Menggunakan Power Bank Selama Penerbangan?
Kebijakan penggunaan power bank berbeda antar-maskapai. Sebagian maskapai membatasi atau melarang penggunaan maupun pengisian daya selama penerbangan.
Ikuti instruksi kru kabin. Hentikan penggunaan jika perangkat menjadi panas tidak wajar. Jangan menutupnya dengan pakaian atau selimut, dan jangan menyimpannya di tempat yang menyulitkan pemantauan apabila kru meminta perangkat diletakkan di area yang mudah dijangkau.
Tindakan Saat Power Bank Berasap atau Terbakar
- Segera beri tahu kru kabin melalui tombol panggilan atau secara langsung. Jelaskan lokasi dan kondisi perangkat.
- Jangan menyembunyikan power bank di dalam tas, kantong kursi, atau kompartemen atas.
- Jangan memegang, membuka, mengambil baterai, atau memindahkan perangkat tanpa instruksi kru.
- Jauhkan benda mudah terbakar hanya jika dapat dilakukan dengan aman.
- Ikuti prosedur kru dan jangan mengambil kembali perangkat yang telah diamankan tanpa izin.
Mengapa Pesawat Dapat Putar Balik?
Pesawat dapat mengubah rute apabila terdapat potensi bahaya di kabin. Baterai litium yang tampak padam dapat kembali memanas, sehingga kru perlu memastikan tidak ada api atau panas tersembunyi yang menyebar ke kursi, bagasi, panel, atau bagian lain.
Kapten mempertimbangkan kondisi kabin, lokasi pesawat, cuaca, bandara yang tersedia, serta tingkat risiko. Tidak semua insiden power bank menyebabkan pesawat putar balik, tetapi setiap panas berlebih, asap, bau terbakar, atau api harus segera dilaporkan.
Cara Memilih dan Merawat Power Bank
Pilih produk dengan informasi kapasitas, tegangan, produsen, garansi, dan petunjuk penggunaan yang jelas. Beli dari penjual tepercaya dan waspadai klaim kapasitas yang tidak realistis.
Hindari benturan, tekanan berat, air, dan panas tinggi. Simpan perangkat di tempat kering dengan suhu sedang. Hentikan penggunaan jika performa turun drastis, waktu pengisian berubah, perangkat terlalu panas, atau bentuknya berubah.
Kesimpulan
Power bank dapat menimbulkan risiko serius di pesawat meskipun ukurannya kecil. Berdasarkan laporan yang tersedia, sebuah penerbangan disebut putar balik setelah mengudara selama 5,5 jam, tetapi penyebab teknis dan detail penerbangannya belum terverifikasi.
Bawa power bank di kabin, periksa kapasitasnya, lindungi terminal, dan jangan membawa perangkat yang rusak. Jika muncul asap, bau terbakar, panas berlebih, atau api, segera beri tahu kru kabin dan jangan mencoba membongkar perangkat.
Pertanyaan Umum
Apakah power bank boleh dibawa ke pesawat?
Umumnya boleh, tetapi power bank biasanya harus dibawa di bagasi kabin. Batas kapasitas dan aturan penggunaan bergantung pada maskapai serta otoritas penerbangan.
Mengapa power bank bisa meledak?
Penyebabnya dapat berupa kerusakan fisik, korsleting, panas berlebih, pengisi daya yang tidak sesuai, atau kualitas baterai yang buruk. Penyebab pasti harus menunggu pemeriksaan resmi.
Apakah power bank 20.000 mAh aman dibawa?
Dengan tegangan nominal 3,7 volt, kapasitasnya sekitar 74 Wh. Penumpang tetap harus memeriksa label perangkat dan ketentuan terbaru maskapai.
Apa yang dilakukan jika power bank berasap?
Segera beri tahu kru kabin. Jangan memasukkannya ke dalam tas, membongkarnya, atau memegangnya tanpa perlindungan. Ikuti prosedur kru.
Apakah power bank menggembung boleh dibawa?
Tidak. Hentikan penggunaannya dan jangan membawanya ke pesawat. Serahkan perangkat ke fasilitas pengelolaan limbah elektronik yang sesuai.
Apakah semua insiden power bank membuat pesawat putar balik?
Tidak. Keputusan bergantung pada tingkat bahaya, kondisi kabin, lokasi pesawat, bandara yang tersedia, serta penilaian kapten dan kru.